EDUNEWS

Guru di Sekolah ini Berhenti Karena tak ada Biaya, Kader HMI  Pekanbaru jadi Relawan

PEKANBARU, EDUNEWS.ID-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Pekanbaru menugaskan kadernya turun ke Desa Rantau Kasih, yang merupakan salah satu desa tertinggal.

Sebanyak 6 Relawan HMI Mengajar di turunkan ke desa ini untuk membantu mengajar di sekolah tertinggal yaitu SDN 002 Kelas Jauh Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, Riau.

Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Haris mengungkapkan, relawan HMI Mengajar tersebut akan tinggal di desa ini kurang lebih selama 2 Minggu dan kemudian akan digantikan dengan personil relawan selanjutnya secara bergilir.

” Ini berdasarkan laporan yang didapat oleh ombudsman kepada HMI Cabang Pekanbaru, kemudian HMI Cabang Pekanbaru segera turun ke sekolah tersebut hari ini,” kata Haris, Selasa (11/2/2020).

Baca juga :  JK : Dulu, Guru Pukul Murid Dengan Penggaris Hal Biasa, Sekarang Bisa Jadi Kriminal

Haris melanjutkan, berdasarkan keterangan bapak Kadus desa tersebut bahwa sekolah SDN 002 kelas jauh Rantau Kasih ini dirintis atas swadaya masyarakat.

“Tanah tempat dibangunnya sekolah adalah tanah hibah seorang warga dan pembangunan sekolah yang dibangun dengan menggunakan papan tersebut dibangun warga dengan gotong royong,” ujarnya.

Sebelumnya di sekolah kelas jauh ini terdapat guru dari kelas induk mengajar, namun guru tersebut berhenti mengajar di sekolah tersebut karena biaya.

Sementara pelarangan aturan menetapkan iuran wali murid sehingga tidak ada biaya untuk menggaji guru.

“Dampaknya guru yang mengajar di sekolah ini adalah warga setempat yang hanya tamatan SMA dan penuh keterbatasan,” beber Haris mengutip keterangan bapak Kadus.

Baca juga :  Tim Riset UGM Berhasil Ciptakan Ukuran Ikan Lebih Besar 40 persen

Kondisi sekolah ini sungguh memprihatinkan, siswa di sekolah ini sebanyak 170 murid, ruangan kelas 4×5 yang membuat belajar tidak kondusif karena berdesak-desakan dan juga jumlah guru yang tidak memadai hanya 4 orang.

Harapannya, kata Haris, sekolah ini segera diperhatikan oleh dinas Pendidikan Kampar dan dinas pendidikan provinsi Riau.

“Menurut kami idealnya sekolah ini dijadikan sekolah yang berdiri sendiri terlepas dari sekolah induk kemudian pemerintah menugaskan beberapa guru PNS untuk mengajar di sekolah ini dan juga membangun bangunan yang layak untuk ruangan belajar,” ungkap Andes Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Pekanbaru.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!