Pendidikan

Contoh Pendidikan Karakter, Sekolah Diminta Tampilkan Penggunaan Dana BOS

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan pihak sekolah harus berani menampilkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan akuntabel. Hal ini bisa menjadi contoh pendidikan karakter tentang kejujuran kepada siswa-siswinya.

Semua pihak, baik internal maupun eksternal sekolah, harus bisa melihat bagaimana penggunaan dana BOS tersebut. Peran optimal pengawas sekolah juga dibutuhkan karena selama ini terkesan adminstratif belaka.

“Jangan hanya para siswa saja yang diminta dan diceramahi tentang pendidikan karakter, tetapi guru dan kepala sekolah juga harus memberikan teladan langsung,” kata Satriwan, Kamis (13/2/2020).

Skema transfer langsung dana BOS ke rekening sekolah memberikan harapan kepada sekolah agar merdeka mengelola BOS. Namun, dampak dari hal ini adalah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran harus ditingkatkan.

Baca juga :  Pemerintah Tidak Punya Data Guru yang Valid, Salah Siapa ?

FSGI, lanjut dia, sebelumnya juga pernah memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah dengan menggandeng ICW. Pelatihan yang dilakukan tentang anggaran sekolah, dana BOS yang akuntabel dan transparan.

“Sepertinya ini bisa dijadikan contoh organisasi guru dan sekolah berinisiatif menggandeng lembaga-lembaga NGO untuk belajar mengelola dana publik secara transparan agar sekolah terbebas dari korupsi,” tutur dia lagi.

Sebelumnya, pemerintah mengubah pola penyaluran dana BOS yang sebelumnya harus melalui daerah, kini dari pusat langsung ke rekening sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, meskipun dilakukan secara langsung pengawasannya juga akan diperketat.

Ia mengatakan, selain melaporkan secara online ke pemerintah pusat sekolah juga harus memperlihatkan penggunaan dana BOS kepada masyarakat.

Baca juga :  Dikritik, Mendikbud : Revitalisasi Komite Sekolah Bukan Mewajibkan Pungutan di Sekolah

“Pelaporannya secara online, sehingga semua orang bisa akses, lalu yang kedua kita bikin kondisi supaya bisa dipasang di papan sekolah. Jadi si orang tua, semua bisa melihat,” ucap Nadiem.

Dengan demikian, ia berharap terjadi check and balance penggunaan dan penerimaan dana BOS.

“Jadi, itu harus melalui monitoring, jadi komunitas, orang tua, masyarakat juga bisa melihat,” ujar dia lagi.

rpl

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!