Pendidikan

Unhas Bergabung Dalam Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Universitas Hasanuddin sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Indonesia terus mendorong kontribusinya dalam mewujudkan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Unhas tidak hanya mengejar target pengakuan global, tapi selalu mengingat tugas pokoknya sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Indonesia. Kontribusi tri darma perguruan tinggi itu dilakukan melalui pemanfaatan secara luas sumber daya, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain atau institusi bereputasi.

Merespon gagasan tersebut, Kyoto University Jepang mengajak Unhas terlibat aktif dalam program pengembangan ketahanan masyarakat akibat perubahan iklim. Program yang bertajuk “International Program on Resilient Society Development under Climate Change (RSDC)” merupakan konsorsium riset dan pendidikan untuk lebih memberikan pembekalan terhadap daya tanggap masyarakat akibat dari dampak perubahan iklim.

Bertempat di The Westin Grande Hotel Bangkok, Thailand, dilangsungkan RSDC Faculty Development Symposium “Inter-University Exchange Project”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/01) ini diselenggarakan oleh Kyoto University dengan menghadirkan seluruh perwakilan konsorsium dari 8 negara yaitu: Jepang, Thailand, Taiwan, Vietnam, Laos, Myanmar, Cambodia dan Indonesia.

Baca juga :  KPK Awasi Langsung PPDB di Sumut

Sebanyak 27 universitas dari 8 negara bergabung dalam konsorsium ini. Setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan dalam bidang yang terkait dengan misi RSDC.

Dosen Teknik Sipil Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D, dipercaya sebagai wakil Unhas dalam konsorsium ini. Alumni Kyoto University ini mengatakan bahwa salah satu alasan bergabungnya Unhas dalam konsorsium adalah kuatnya basis sumber daya manusia yang dimiliki Unhas dalam bidang kebencanaan.

“Selain itu, Unhas merupakan mitra Kyoto University sejak lama, yang telah bersama terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif,” kata Suharman.

Prof. Hiroyasu Ohtsu selaku project leader dari Kyoto University menyampaikan laporan kegiatan konsorsium ini pada awal pertemuan. Konsorsium ini memiliki misi utama untuk memberikan pngetahuan lebih banyak kepada masyarakat bahwa bencana diakibatkan karena alam dan manusia.

“Bencana dapat diminimalisasi, salah satunya dengan pendidikan. Konsorsium ini menyelenggarakan program under-graduate, master dan doctoral program. Pertemuan ini diharapkan dapat merumuskan atau mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan dalam menciptakan sistem sosial dan lingkungan dalam menghadapai perubahan iklim,” kata Prof. Ohtsu.

Baca juga :  Uang Kuliah Mahal, Pelajar SMA Pikir Ulang Lanjut ke Universitas

Sementara itu, Vice President for International Strategy Kyoto University (Prof. Yasuyuki Kono) dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kampusnya memandang pentingnya internasionalisasi dalam berbagai kegiatan. Oleh karena itu, Kyoto University sangat terbuka mendorong kerjasama keilmuan dan konsorsium seperti DRSC ini.

“Kami berharap dapat terus mendukung kegaitan DRSC di masa yang akan datang. Selain itu, koneksi dengan generasi yang lebih muda penting untuk lebih memberikan ruang lebih besar bagi mereka untuk terlibat langsung pada program seperti ini,” kata Prof. Kono.

Simposium ini membahas tiga program utama konsorsium, yang meliputi internship untuk program sarjana, summer course, serta winter school rogram untuk level magister dan doktoral.

Suharman selanjutnya menjelaskan bahwa beberapa hal menarik dari pembahasan ini diantaranya adalah kegiatan kunjungan lapangan yang dianggap lebih menarik, kurikulum yang lebih adaptif dengan praktek serta pendekatan sosial dan lingkungan yang perlu disiapkan lebih banyak dalam kegiatan selanjutnya.

Baca juga :  Kemendikbud Kaji Syarat Mengajar 24 Jam

“Selain itu dilakukan evaluasi terkait hasil program khususnya terkait mahasiswa program ini, proses seleksi dan latar belakang pendidikan, konten dan kurikulum program internship, field trip dan diskusi grup,” jelas Suharman.

Pada sesi terakhir dilakukan pembahasan rencana kegiatan mendatang, yang tetap menekankan pada aspek pendidikan program sarjana, magister dan doktoral. Acara ditutup oleh Prof. Harushige Kusumi dari Kansai University Jepang sebagai salah satu universitas anggota konsorsium. Prof. Kusumi membacakan beberapa masukan, ide dan kegiatan yang akan menjadi catatan pelaksanaan konsorsium ini kedepan. Pada kesempatan itu pula disepakati menambah jumlah keanggotaan konsorsium yang meliputi 13 negara.

“Dengan keterlibatan Unhas pada konsorsium ini diharapkan akan mendorong peran Unhas dalam mewujudkan misinya sebagai humaniversity. Bencana bisa terjadi kapan saja dan beberapa yang tidak bisa diprediksi, tapi dengan kemampuan daya tanggap yang dimiliki pada saatnya akan berguna meminimalkan dampak yang diakibatkan oleh perubahan iklim,” kata Suharman.(*)

 

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!