Gaya Hidup

Taman Tuyul dan Sebuah Kedai Kopi

Nama tempat itu Taman Tuyul. Iya, tuyul, hantu tuyul. Taman itu terletak di sebuah kompleks perumahan nan tenang, agak lengang, dan kebanyakan dihuni keluarga-keluarga kelas menengah senior. Pada malam-malam yang sepi, lampu yang jarang, serta rerimbunan pohon berdaun lebat tentu saja menjadikan siapapun akan merasa ‘creepy’ di tempat itu.

Alkisah – menurut cerita orang sekitar – pada suatu tengah malam ada order makanan via gofood ke sebuah rumah yang ternyata tak berpenghuni. Karena tak ada penghuni, pengemudi ojeknya bingung mau mau diantar ke mana. Akhirnya diantar ke tetangga terdekat. Kejadian ini berulang-ulang, hingga orang pada bingung. Jadi siapa yang order ya? Pertanyaan itulah yang membuat baik pengemudi ojek maupun penghuni rumah merinding. Mungkin itulah kenapa dinamai taman tuyul. Mungkin mengasosiasikan pada ‘hantu’ yang sering pesen malaman via gofood saat tengah malam.

Baca juga :  Jangan Keringkan Muka dengan Handuk, ini Bahayanya!

Tapi siapa sangka, taman yang dulu sepi itu kini ramai. Sebuah kedai kopi bernama @kepikiran.kopi hadir di sisi pojok taman itu. Kafe itu menempati sebuah rumah yang disewa oleh sebuah komunitas kerelawanan sosial bernama Gerakan Turuntangan @turuntangan. Lokasinya persis di barisan rumah kosong yang sering didatangi orderan hantu gofood itu.

Sebuah garasi dan halaman kecil disulap menjadi tempat ngopi. Bagian ruangan dalamnya diset menjadi sekretariat untuk aktivitas komunitas relawan Turuntangan. Tak hanya itu, satu ruangan juga didedikasikan untuk komunitas kewirausahaan bernama WNKS, singkatan dari wirausaha nusantara kreatif sejahtera).

Satu lagi, ruangan tamunya disulap menjadi semacam aula kecil yang bebas dimanfaatkan oleh warga dan komunitas untuk mengadakan kegiatan. Ada Karang Taruna, komunitas film sejarah, komunitas trading saham, komunitas tahfidz quran, komunitas pendidikan luar sekolah, dan sebagainya turut menggunakan ruangan itu.

Baca juga :  Puasa Cara Bakar Lemak dalam Tubuh

Banyak pelanggannya, terutama di waktu malam. Penyuka kopi yang menginginkan suasana kedai tenang pasti datang ke tempat ini. Penyuka kopi yang ingin mencari inspirasi tentang gerakan kerelawanan juga pasti datang ke sini.

Tak mengira khan, kedai kopi di dalam kompleks perumahan yang nyaris sepi bisa laris? Itu karena konsepnya bukan sekedar jualan minuman. Mereka mengkombinasikan antara suasana, komunitas, milenial, kerelawanan dan pertukaran gagasan. [mca]

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!