Mauliah Mulkin

Keluarga Segalanya

Oleh: Mauliah Mulkin*

HORISON, EDUNEWS.ID – Siapa pun saat ini memiliki banyak kesibukan dalam hidupnya. Apakah ia seorang gadis, perjaka, ataukah sudah berkeluarga. Sungguh aktivitas padat tidak pernah memilih orang, siapa yang akan ia hampiri. Terlebih jika kedatangannya pun disambut dengan tangan terbuka. Maka akan makin betahlah ia di sana. Jika tidak bijak dalam memilih kegiatan atau kesibukan luar rumah, bisa fatal akibatnya.

Aktif berkegiatan di luar rumah semisal bekerja, organisasi, atau bersosialisasi dengan teman-teman seprofesi bukan hal yang terlarang. Bahkan dianjurkan. Hanya saja perlu memperhatikan batasan-batasan kewajaran waktu dan norma-norma yang berlaku. Jika tidak, dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari level ringan hingga yang berskala berat. Khususnya bagi mereka yang telah memikul tanggung jawab berbeda dengan para bujangan. Waktu sudah tidak sebebas tatkala masih sendiri. Faktor ini yang nampaknya banyak berdampak pada kualitas hidup seseorang.

Suatu ketika saya berbincang dengan suami soal ini. Menurut saya kehidupan keluarga yang baik akan sangat berdampak positif pada kehidupan seseorang. Bagaimana mungkin seorang suami bisa tenang menghadapi pekerjaan di kantor atau di luar rumah jika menjelang keberangkatannya di pagi hari diiringi dengan seribu kata pengantar berisi omelan dan keributan kecil antar anak-anak, yang sekadar berebut tempat bekal. Atau bagaimana rasanya seorang istri yang tak pernah digubris pendapat atau ide-idenya oleh pasangan. Tentu akan memengaruhi semangatnya menjalani tugas sehari-hari yang juga tak kalah beratnya.

Baca juga :  Memerdekakan Anak

Oleh karena itu selain bekal pengetahuan mendidik anak, seseorang juga perlu bekal pengetahuan bagaimana berkomunikasi efektif pada pasangan dan anak-anak agar semuanya berjalan sesuai harapan. Pada dasarnya segala hal yang berkaitan dengan pengembangan keluarga perlu dipikirkan, diperhatikan, dan dipersiapkan agar dalam perjalanannya tidak menemukan hambatan yang berarti. Karena jika keluarga bermasalah maka setiap anggota di dalamnya akan terkena imbas buruknya. Komunikasi menjadi tidak sehat, relasi sehari-hari pun demikian. Keinginan untuk segera kembali ke rumah setelah beraktivitas seharian menjadi redup membayangkan suasana yang tidak nyaman dalam rumah.

Bergelut di organisasi atau wadah apa pun di luar sana bukanlah sesuatu yang terlarang, melainkan perlu dipikirkan benar soal waktu dan kesanggupan dari si pelaku sendiri. Jangan sampai kegiatan luar rumah tersebut mengganggu dinamika kehidupan dalam keluarga. Alokasikan waktu secukupnya saja, dengan perbandingan kira-kira 30 : 70. Keluarga harus mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar dibandingkan yang lain. Karena inilah pondasi yang sangat penting dan mendesak untuk dibenahi dan terus-menerus dididik menjadi semakin baik dari hari ke hari.

Baca juga :  Dear Ayah...

Jika seseorang mampu mengelola waktu dengan baik dan memberikan porsi perhatian yang cukup pada dua atau lebih kegiatan yang berbeda, maka ia bisa dinyatakan berhasil. Namun jika yang terjadi justru kekacauan maka ada baiknya jika kita mempertimbangkan mana yang akan diutamakan untuk dilakukan. Jangan sampai niat dan tujuan yang semula baik menjadi tidak baik karena ketidakmampuan mengelola dan menempatkan segala sesuatunya pada tempat yang semestinya.

Saat ini situasi nampaknya telah banyak bergeser. Orang-orang lebih senang menghabiskan waktu di luar rumah daripada berlama-lama di tengah keluarga. Apalagi jika kondisi dan situasi yang terjadi seperti yang tersebut di atas, masalah demi masalah tak habis-habis menerpa stabilitas keluarga. Jika tidak siap dan kuat menghadapinya, seseorang akan dengan mudahnya terseret dalam pusaran persoalan. Perlu segera mencari solusi, bukannya malah menghindar dengan harapan semua akan berlalu dengan sendirinya.

Baca juga :  Nenek vs Ibu

Jika satu keluarga baik dan mampu menulari keluarga lainnya, maka pada akhirnya tatanan masyarakat yang teratur dan berkualitas akan terwujud dengan mudahnya. Namun ia butuh kesiapan, kekuatan hati, serta keteguhan dalam menjalaninya.

Mauliah Mulkin. Ibu Rumah Tangga, Pegiat Kelas Literasi Paradigma Institute.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!