Nasional

Akademisi harap Jokowi Bersihkan Hoaks di Ruang Publik

KUPANG, EDUNEWS.ID – Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Raja Muda Bataona meminta Joko Widodo untuk segera mengambil langkah tegas dengan membersihkan ruang-ruang publik dari hoaks dan fitnah.

“Langkah ini penting karena upaya delegitimasi terhadap kekuasaan negara lewat delegitasi pada lembaga-lembaga negara yang sah, akan menyebabkan meluasnya distrust (ketidakpercayaan) di tengah masyarakat,” ucap Mikhael Raja Muda Bataona kepada ANTARA di Kupang, Sabtu.

Mikhael Raja Muda Bataona mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar harapan terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin dalam menyikapi ruang-ruang publik yang masih terus dipenuhi berita hoaks dan fitnah.

Selain rekonsiliasi di tingkat elite, menurut dia, hal yang sangat penting adalah segera membersihkan ruang-ruang publik dari hoaks dan fitnah.

Baca juga :  Dua tahun Pemerintahan Jokowi, Ketua PSI : Presiden juga Berhasil di Beberapa Aspek

“Penegakan hukum secara sangat ketat menjadi bagian integral dari langkah Jokowi ke depan,” tegas dosen Ilmu Komunikasi Politik dan Sistem Politik Indonesia itu.

Mikhael Bataona yang juga pengajar investigatif news dan jurnalisme konflik pada FISIP Unwira itu  mengutarakan bahwa  menertibkan para demagog dan peternak massa yang suka membangkitkan kebencian pada institusi negara.

“Aparat adalah sesuatu yang krusial dan sangat penting,” ujar serta Ilmu Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira Kupang itu.

Artinya, menjaga relasi baik dan komunikasi politik yang humanis dengan semua pimpinan agama dan kekuatan masyarakat sipil (civil society) adalah mutlak bagi Jokowi-Amin, katanya.

Menurut dia, melupakan organisasi-organisasi massa yang moderat dan liberal sekuler akan menjadi masalah.

Baca juga :  BPN Sebut Surat Wasiat Prabowo Sudah Selesai Dibuat

“Jadi, semua kekuatan politik ini perlu dikonsolidasikan secara baik demi stabilitas politik hingga pelantikan presiden pada bulan Oktober 2019 juga 5 tahun ke depan,” jelas Mikhael yang juga pengajar pengantar politik dan media dan budaya pada FISIP Unwira itu.

ant

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!