News

Jelang Majelis Syuro XIII Pemuda Muslim, 8 Nama Digadang-gadang sebagai Calon Ketum

JAKARTA, EDUNEWS.ID-OKP Tertua Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) bakal mengggelar Perhelatan Majelis Syuro XIII (Kongres Nasional) Majelis Syuro III untuk memilih ketua umum periode lima tahun ke depan.

Majelis Syuro ini awalnya akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2019, namun dikarenakan situasi politik dan prosesi pelantikan Presiden RI sambil menunggu suasana kondusif maka rencana Majelis Syuro segera dilangsungkan pada awal 28 November– 01 Desember 2019 mendatang.

Ketua Umum sebelumnya pada Kepengurusan masa Jihad 2014-2019 Yang sekarang masih di Nahkodai Ketua Umum Muhtadin Sabili sudah memegang kendali selama dua periode, Jelang pemilihan ketua umum saat ini, sejumlah dinamika pun bermunculan, Mulai dari nama calon ketua umum, hingga mekanisme pemilihan ketua.

Sinyal Kandidat Sejumlah nama kader Pemuda Muslim disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai ketua umum. Diantara nama yang beredar, 8 (Delapan) nama yang santer terdengar mencuat ke permukaan adalah Muhammad Kasman, Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Sulawesi Selatan yang juga saat ini duduk sebagai Ketua II (dua) Pimpinan Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia. Catur Arief Setiawan Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Jawa Tengah, Jumadi Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Kalimantan Barat, Ardinal Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Sumatera barat, Surakhmat Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Sulawesi Barat, Habib Fathan Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim DKI, dan nama terakhir mencuat disebut-sebut sebagai kuda hitam Tirta. A Kusuma, Sekum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim DKI yang juga sebagai Ketua Panitia Majelis Syuro XIII.

Baca juga :  Hadapi Majelis Syuro 2019, Pemuda Muslim 'Panaskan' Mesin Organisasi

Muhtadin Sabili meminta supaya tak ada aksi saling sikut di internal Organisasi ini. Ia berharap supaya Kongres Nasional kali ini dapat mengedepankan azas musyawarah mufakat. Hal ini disampaikan Muhtadin Sabili dalam meberikan arahan pada Rapat Panitia MS XIII yang dihadiri pimpinan Harian PB.

Walaupun mekanisme pemilihan calon ketua umum sudah tertera dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) namun belum ditetapkan oleh Panitia Majelis Syuro XIII.

Meski begitu, Sekjend PB Pemuda Muslimin Indonesia Evick Budianto melempar sinyal bahwa pemilihan ketua umum Pemuda Muslim yang baru dapat dilakukan secara aklamasi. Menurut Evick, mekanisme aklamasi pun bagian dari demokrasi.

“Aklamasi itu bagian dari demokrasi juga,” kata Evick dalam keterangannya ke edunews.id, Ahad (17/11/2019).

Baca juga :  Konferensi Besar Pemuda Muslimin Indonesia Ke-IV Resmi Dibuka

Evick mengatakan, pemilihan ketua umum melalui aklamasi pernah terjadi di internal Pemuda Muslimin Indonesia. Karena sebelumnya, Saudara Ketua Umum Muhtadin Sabili juga terpilih sebagai ketua umum melalui aklamasi pada Majelis Syuro XII tahun 2014. Meski demikian, Evick tetap menyerahkan mekanisme pemilihan ketua umum ini kepada Organisas,

“Yaitu dipulangkan kepada seluruh peserta, wufud yang mempunyai hak pemegang suara,” ujarnya.

Musyawarah Mufakat Adapun Sekjend PB Pemuda Muslimin Indonesia Evick Budianto berharap agar pemilihan ketua umum Pemuda Muslim dilakukan secara musyawarah mufakat. Artinya, para calon ketua umum yang telah dipilih dan ditunjuk 5 (Lima) orang formatur dari setiap Pimpinan Cabang (PC) maka mereka ini berundinglah dalam Majelis Tertinggi ini yang mempunyai wewenang untuk menentukan satu orang ketua umum.
“Jadi kalau calonnya ada beberapa, kan kalau bermusyawarah kan baik. Tenaga kan bisa disimpan untuk berkompetisi dengan pihak lain, paling baik musyawarah mufakat,” ujarnya.

Baca juga :  Pemuda Muslim Enrekang Berharap Kandidat Bupati Bisa Dorong Inovasi di Sektor Agroindustri

Evick meminta para calon ketua umum untuk mengesampingkan ego masing-masing. Ia juga meminta seluruh kader Pemuda Muslim dari Sabang sampai Marauke bersatu padu menghimpun kekuatan. Hal ini, menurut dia, sangat diperlukan untuk kemajuan Pemuda Muslim ke depan.

“Kita kesampingkan ego-ego yang ada. Di situlah, Pemuda Muslim akan menjadi contoh sebagai Pemersatu dan perekat seluruh anak bangsa dalam membangun Peradaban Mulia, tutupnya.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!