Nasional

Mengenal Penyakit Bocor Klep Jantung yang Dialami BJ Habibie

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden ketiga RI BJ. Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019). Dia meninggal dalam usia 83 tahun.

Sejak Minggu (1/9/2019), Habibie dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU). Pihak keluarga dan rumah sakit tak menyebut secara pasti penyakit yang membuat Habibie terbaring di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

“Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi,” kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK), Azis Rani dalam keterangan tertulis.

Bukan kali pertama ia diboyong ke rumah sakit, sebelumnya Maret 2018 Habibie sempat dirawat di klinik Starnberg di Munich, Jerman, karena kebocoran klep jantung. Kali ini hampir sama soal jantung. Kata Thareq Kamal–anak bungsu Habibie–kerja jantung sang ayah tak lagi mampu mengimbangi setelah didera aktivitas yang kelewat banyak. Usia Habibie sudah sepuh.

Baca juga :  Surat Terbuka Penuh Kasih untuk Bapak Menhub Budi Karya Sumadi

Masalah penyakit -terutama soal jantung- seperti yang dialami BJ Habibie memang tak bisa disepelekan. Kebocoran klep jantung seperti yang dialami Habibie ini menyebabkan adanya penumpukan cairan di paru-paru sampai 1,5 liter.

Kebocoran klep jantung

Mengutip Alo Dokter, katup atau klep jantung memiliki mekanisme seperti gerbang atau pintu satu arah. Klep jantung ini berfungsi untuk menjaga aliran darah yang berasal dari jantung agar mengalir dengan alur yang benar, baik antar katup atau keluar ke pembuluh darah.

Kebocoran klep jantung adalah kebocoran salah satu katup penutup jantung yang menyebabkan darah ‘bocor’ dan mengalir kembali ke jantung.

Normalnya manusia memiliki 4 katup atau klep jantung yang masing-masing terletak di serambi kanan (klep jantung trikuspid), serambi kiri (klep mitral), bilik kanan (klep pulmonal), dan bilik kiri (klep aorta).

Baca juga :  ACT Siapkan Air Bersih Hadapi Musim Kemarau di Semarang

Ketika salah satu fungsinya terganggu, maka seluruh proses aliran darah juga akan terganggu.

Secara umum, ada dua gangguan utama kelainan klep jantung, yaitu stenosis klep jantung, dan insufisiensi klep jantung atau regurgitasi.

Stenosis klep jantung adalah penyakit jantung atau gangguan yang terjadi ketika katup jantung tak bisa terbuka dengan baik. Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi, antara lain karena katup yang menebal, saling menempel satu sama lain, atau kaku.

Kondisi ini membuat otot jantung bekerja lebih keras saat memompa darah. Dalam keadaan yang tak bisa tahan tubuh, penyakit ini akan menyebabkan gagal jantung pada penderitanya.

Sedangkan insufisiensi katup jantung atau regurgitasi ini juga dikenal dengan penyakit klep jantung bocor, seperti yang diduga jadi penyakit BJ Habibie di tahun 2018 lalu.

Baca juga :  Pemerintah Optimisi Tahun ini Kemiskinan Turun jadi 9 Persen

Dalam kasus penyakit jantung ini, klep jantung tak bisa menutup dengan baik. Bisa jadi juga, katup jantung ini tak kembali ke posisi semula. Akibatnya darah yang seharusnya diedarkan ke seluruh tubuh malahan diedarkan kembali ke ruangan jantung sebelumnya.

Mengutip berbagai sumber, hanya saja sayangnya kebocoran klep jantung ini seringkali tak terdeteksi. Gejalanya baru akan terasa ketika penyakit sudah cukup parah atau terjadi pada lebih dari satu katup jantung.

Beberapa penyebab kebocoran klep jantung ini terjadi karena adanya gagal jantung, penyakit autoimun, hipertensi, sampai gara-gara proses penuaan. Namun penyakit pada jantung ini juga bisa disebabkan karena bawaan sejak lahir.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!