Nasional

Gubernur Jatim Khofifah Lacak Perantau yang Mudik Lebih Awal

SURABAYA, EDUNEWS.ID – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendapatkan informasi bahwa banyak perantau asal Jatim yang mudik lebaran lebih awal. Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), Khofifah akan menelusuri keberadaan para pekerja tersebut.

Ia mengaku menerima informasi tersebut dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dua hari lalu.

“Rupanya tahun ini banyak [pekerja migran] yang mudik awal, ada juga dari Jakarta memberikan beberapa data bahwa sudah mudik awal,” kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2020).

Khofifah menyebut segera melakukan tracing karena para pekerja tersebut tengah dalam perjalanan, bahkan sebagian besar lain telah tiba di daerah asalnya.

Mantan menteri sosial itu mengaku akan melakukan rapid test atau tes massal Covid-19 kepada para perantau itu jika alat masih tersedia.

Baca juga :  Berikut Bahaya UU KPK yang Baru

“Kalau proporsionalitas itu sudah tercukupi, rapid test itu masih tersedia, maka kami sesungguhnya punya keinginan untuk bisa memberikan rapid test pada pekerja migran asal Jatim, dan mereka yang bekerja di Jakarta,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan pihaknya terlebih dahulu mendata wilayah asal para pekerja migran tersebut. Menurutnya, ketika data sudah lengkap, dan alat masih tersedia, maka mereka akan masuk kategori prioritas untuk mendapatkan rapid test.

“Saya rasa ini akan menjadi catatan kami, di titik-titik mana yang akan kembali (mudik) dari Jakarta, maka dia akan menjadi prioritas untuk mendapatkan rapid test,” ucapnya.

Hingga Rabu (25/3/2020), tercatat 790 kasus positif virus corona di Indonesia, 58 di antaranya meninggal dunia dan 31 lainnya sembuh. Dari jumlah tersebut, terdapat 51 kasus positif corona di Jatim, satu di antaranya meninggal dan satu lainnya sembuh.

Baca juga :  Turis Cina Dapat Diskon Hotel di Bali

Pemprov Jatim juga telah menerima 10 ribu alat rapid test dari pemerintah pusat. Namun, bantuan 10 ribu alat rapid test tersebut masih belum cukup. Pemprov Jatim sebelumnya meminta bantuan 200 ribu alat rapid test.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!