Nasional

Juara 1 Bersama di Laga Final Andi Depu Cup 2019, Jibril Malunda: Biarkan Penonton dan Tuhan yang Menilai

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pelatih tim Jibril Malunda FC, Juanda menyesalkan kejadian pertandingan dengan berakhir juara 1 bersama di pertandingan di laga final piala Andi Depu Cup 2019, yang digelar di Lapangan Merdeka Mamuju, Minggu (1/12/2019) kemarin.

Namun kejadian tersebut, dirinya tetap menerima dengan hormat hasil pertandingan tersebut.

“Sebenarnya kalau mau kita menerima, dalam sepakbola tetap ada yang kalah dan ada menang, yaa tetap kita terima,” kata Juanda, saat dihubungi Via Whatsapp, Senin (2/12/2019).

Lanjut Juanda, yang juga biasa di sapa A’ba Reva tersebut, menuturkan hasil pertandingan tersebut pihaknya menyerahkan kepada penonton dan tuhan yang maha esa untuk menilainya.

“Biarlah tuhan dan penonton yang menilai, yang jelas dibalik semua itu hanya tuhan yang tahu,” tuturnya.

Baca juga :  KPK Periksa Dirut Perusahaan Beton Terkait Pengusutan Kasus Korupsi di IPDN

Sebelumnya, kedua kesebelasan yang saling memperebutkan juara Satu Andi Depu Cup 2019. Dari awal babak pertama hingga perpanjangan waktu diwarnai jual beli serangan, bahkan club OTP37 bermandi kartu kuning.

Pantauan media, club besutan mantan pemain PSM ini diketahui memiliki 5 kartu kuning dan Satu kartu merah. Sedangkan pemain Jibril Malunda hanya menerima Dua kartu kuning hingga pluit babak kedua berakhir.

Laga final yang disaksikan sekitar ribuan penonton, dari babak pertama kedua Kesebelesaan terlihat saling serang, beberapa kedua penjaga gawang harus berjibaku menyelamatkan gawangnya dari gempuran kedua striker yang haus gol. Pada menit terakhir babak pertama, salahsatu play maker dari PS Jibril Malunda, dengan nomor punggung Enam atas nama Alfa Tino mencatatkan namanya dipapan skor, setelah berhasil mengecoh pemain belakang OTP37 Mamuju, dengan merubah skor menjadi 1 – 0 untuk PS Jibril Malunda. Namun tidak berlangsung lama nomor punggung 11 dari OTP 37 juga memperdayai kiper Jibril Maluda yang dijaga oleh Alwi, hingga berhasil menyamakan kedudukan 1- 1 hingga turun minum.

Baca juga :  Berikut Kronologis Penangkapan Sekjen dan Ketum PB HMI di Sekretariat PB HMI

Hingga memasuki injury time nomor punggung 19 Udin Meong, berhasil merubah kedudukan 2- 1 untuk kemenangan Jibril Malunda.

Setelah itu, menit terakhir babak kedua, sebuah palanggaran terjadi dikotak terlarang yang dilakukan oleh pemain belakang Jibril Malunda, hingga wasit meniup titik penalti. setelahnya tendangan penalti tidak disia-siakan oleh nomor punggung 19 dari OTP 37, hingga berubah skor menjadi 2 – 2.

Pantauan Media, keputusan wasit yang kontrofersi dengan menjatuhkan titik penalti terhadap PS OTP 37, tiba – tiba reaksi pendukung Jibril Malunda membeludak masuk lapangan hingga ke meja pengawas pertandingan. Pendukung melakukan upaya protes dan tidak menerima keputusan wasit untuk dilanjutkan. Desakan penonton semakin tidak terhindarkan, sehingga rencana adu penalti yang sudah disepakati oleh kedua manajer terpaksa dibatalkan. Hingga memasuki waktu magrib, fans dari Jibril Malunda masih meneriakkan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan babak final sore tadi.

Baca juga :  Jakarta Diprediksi Tenggelam Lebih Cepat

Semenatara itu, saat ditemui pengawas pertandingan Ismail menjelaskan dengan kondisi keamanan pertandingan tersebut berakhir dengan juara satu bersama.

“Karena kondisi keamanan tidak memungkinkan akhirnya kita sepakat keduanya juara Satu bersama,” jelasnya.

(tsr)

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!