Politik

Pengangguran Dikalangan Remaja jadi Perhatian NH-Aziz

 

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Tingginya angka pengangguran di masyarakat jadi perhatian besar pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar.

Menurut data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka atau TPT di Sulsel menembus 5,61 persen penduduk pada periode Agustus 2017. Tercatat kenaikan 27.404 orang dalam setahun. Kini, jumlah penduduk Sulsel yang menganggur mencapai 213.695 orang.

Sebagai solusi, pasangan NH-Aziz dengan tagline tegas, merakyat, dan religius ini mempersiapkan rancang bangun program penciptaan lapangan kerja yang luas. Salah satunya melalui pemberdayaan anak-anak muda pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hitung-hitungannya, tiap BUMDes akan menyerap 10 tenaga kerja. Andai kata program ini berjalan di seribu desa se-Sulsel, maka selama satu periode pemerintahannya NH-Aziz sedikitnya bisa membuka 100 ribu lapangan kerja.

Baca juga :  Aliansi Santri Kediri Dukung Khofifah Maju Pilgub Jatim

Serapan tenaga kerja tidak hanya bertumpu pada BUMDes. NH-Aziz juga berkomitmen menggelorakan kembali gerakan koperasi. Kedua tokoh nasional itu diketahui sangat pro-ekonomi kerakyatan.

“Program lain yang bisa membuka lapangan kerja adalah bantuan modal usaha untuk usaha mikro tanpa bunga,” kata Nurdin di Makassar, Senin (29/1/2019).

Ketua Dewan Koperasi Indonesia itu juga berkomitmen membangun industri pengolahan pada daerah sentra produksi. Bila itu semua berjalan baik, kata dia, industri pengolahan pasti menyerap banyak tenaga kerja.

Begitu pula dengan peningkatan investasi di berbagai bidang, seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. “Dalam investasi itu, untuk serapan tenaga kerja harus memprioritas tenaga kerja lokal. Itu tidak bisa ditawar-tawar. Tinggal bagaimana kita juga harus bersiap untuk bersaing, khususnya generasi muda,” ujar Nurdin.

Baca juga :  NasDem Ancam Pecat Kader yang Tidak Konsisten Menangkan NH-Aziz di Pilgub Sulsel

NH mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa untuk meningkatkan daya saing sedari sekarang. Kelak bila lulus kuliah, sambung dia, jadilah sarjana terdidik, bukannya sarjana akademik.

“Sarjana terdidik merupakan alumnus yang mampu membuka lapangan kerja karena skill yang dimiliki. Sedang sarjana akademik sebatas mengandalkan ijazah,” ungkap Nurdin.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!