Puisi

Riwayat Kopi

Oleh: Ahmad Rusaidi*

 

Tahukah engkau akan kopi

Yang warnanya hitam rasanya pahit.

Ternyata,

Kopi itu berjenis kelamin lelaki yang punya riwayat hidup teramat panjang.

Muasalnya, kopi itu berwarna putih dan memiliki rasa yang manis.

Tetapi, karena tanah tempatnya tumbuh, menghitam ia pun ikut menghitam

Awan yang selalu menanunginya tak lagi mengguyuri dengan air yang manis,

Lalu rasanya pun berubah menjadi masam lalu memahit.

 

Ingin kopi mengutarakan keluhnya pada tanah dan resahnya pada awan.

Tetapi ia tak pernah mendapatkan keterangan yang memuaskan.

Tanah akan bersembunyi dibalik sungai

Sementara awan akan memberi hiasan pelangi, yang menyenangkan kopi walau sementara.

 

Baca juga :  Akhlak Pengasuh

Hingga suatu hari dengan segala kepedihannya, kopi berseru pada tanah agar memberinya penjelasan.

 

Tanah menenangkannya, lalu berucap: ingatkah engkau dengan darah Habil yang terpercik di salah atu akarmu, karena hantaman Qabil?

Lantaran engkau mengabaikan dan membiarkannya mengering. Tinggallah ia mendarah daging, berakibat pada warnamu.

Tanah rucap bahwa, perubahan yang terjadi padanya dan ikut memengaruhi kopi, karena ulah manusia, yang tega menghunus senjata, dan mengalirkan darah saudaranya sendiri.

Awan pun ikut menimpali, rasa pahit yang terpendam pada kopi, karena kesedihan awan yang menjadi saksi pembantaian itu, dan tumpah menjadi hujan masam di atas kopi.

 

Kopi yang selalu dipenuhi tanda tanya, hanya pasrah menerima syarah dari kedua karibnya, karena tiada kesanggupan lag untuk menolak qadarnya.

Baca juga :  Minum Kopi, Rahasia Prabowo Mampu Bicara Berjam-jam

 

Tanah dan awan lalu menghibur kopi, bahwa ia tak perlu sedih dengan hitam dan pekatnya warnanya. Serta pahit yang tersaji dalam dirinya. Tetapi akan selalu memikat manusia untuk merasainya.sebab padanya ada kejantanan sang martir.

 

Jika kopi dicecap setiap orang, aromanya akan semerbak saat dihidu,

maka itulah bau pengorbanan. Dan setiap ksatria akan selalu mencintai pengorbanan.

 

Ahmad Rusaidi. Guru SMA Negeri 2 Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar Bergiat di beberapa komunitas: Komunitas Pena Hijau Takalar, Sudut Baca As-Syifa Ereng-Ereng Bantaeng, dan Komunitas Makassar Book Reviu.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!