SASTRA

Kejujuran Sang Putu

Oleh: Hari Nugraha*

CERPEN, EDUNEWS.ID – Pada suatu hari di sebuah pulau terkisahlah sebuah kerajaan kelinci. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Raja yang adil dan bijaksana. Seluruh warganya hidup sejahtera. Peran Raja sangat berpengaruh terhadap perekonomian warganya.

Suatu ketika Raja mulai sering sakit. Dia merasa bahwa ia sudah terlalu lama menjadi Raja. Dia pun menyeru supaya seluruh menteri berkumpul di ruang rapat setelah jam kerja berakhir. Akan ada beberapa hal yang akan Raja sampaikan di pertemuan nanti.

Setelah seluruh menteri kumpul di ruang rapat sang Raja berdiri dan berkata, “Kepada seluruh menteri, perlu disampaikan bahwa umur saya sudah tidak muda lagi untuk memimpin kerajaan ini, sekitar satu bulan lagi saya akan mempensiunkan diri, karena itu saya akan memilih salah satu dari kalian untuk menggantikan saya sebagai raja,” ucapnya.

Baca juga :  DPR : Kemenangan Film Prenjak Bisa Jadi Inspirasi Perfilman Tanah Air

Seluruh menteri tegang dan sangat ingin terpilih menjadi Raja.
“Saya akan memberikan kalian masing-masing sebuah biji kacang. Bila di antara kalian ada yang berhasil merawat biji ini tumbuh subur selama satu bulan ini maka akan saya langsung tunjuk menjadi Raja!” Tegas sang Raja.

Waktu demi waktu berlalu, Putu, menteri termuda merasa bingung dengan biji kacangnya yang tidak tumbuh-tumbuh. Putu berbincang sejenak dengan isterinya.
“Bu, bagaimana ini, kalau begini terus pasti ayah tidak akan terpilih menjadi Raja,” keluh Putu.
“Sudah tak masalah ayah tidak menjadi Raja, yang penting kita sudah berusaha merawatnya dengan jujur, bawa saja tanaman kancang yang tidak tumbuh ini besok, tak usah malu,” ucap isterinya.

Baca juga :  Anggota IGI Bantul Menangkan Lomba Menulis Cerpen Festival Geopark Gunung Sewu

Keesokan harinya, Putu terkejut melihat tanaman para menteri lain yang tumbuh sangat subur semua. Daunnya begitu lebat dan hijau. Sang Raja pun tiba. Semua menteri berdiri di samping tanamannya masing-masing. Raja terkejut melihat tanaman Putu dan bertanya, “Saudara Putu, mengapa tanaman anda tidak tumbuh?”
“Saya dan isteri saya sudah berusaha tuan, namun entah mengapa tak tumbuh juga,” jawab putu.
“Kalau begitu, selamat, anda menjadi raja selanjutnya.” Ucap sang Raja.

Seluruh menteri pun terkejut, dan tidak terima dengan keputusan raja.
“Sebenarnya, sebelum saya serahkan ke kalian, semua biji kacang itu saya rebus terlebih dahulu sehingga mustahil akan tumbuh menjadi tanaman,” jelas sang Raja.

Baca juga :  Zelfbestuur

Putu sangat bersyukur dan merasa tak menyangka atas keputusan sang raja.
Akhirnya Putu berhasil menjadi raja. Seluruh warga menghormatinya. Sifat jujurnya menjadikannya raja yang bijaksana. Perekonomian kerajaannya pun semakin maju lagi. Putu pun hidup bahagia bersama isterinya.

Hari Nugraha. Mahasiswa Prodi Teknik Informatika UTY.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!