Ahmad Alim Bachri

Memperebutkan Kursi PTN dan Kepemimpinan Nasional Melalui SBMPTN

Oleh: Dr.  Ahmad Alim Bachri, S.E. M.Si

Perspektif, EduNews.id – Perhelatan kompetisi memperebutkan kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri bagi anak bangsa tercinta Republik Indonesia  melalui seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang berlangsung tanggal 31 Mei 2016 merupakan representasi dari proses seleksi kemampuan akademik bagi calon-calon pemimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Sejatinya, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN serta Jalur Mandiri pada masing-masing Perguruan tinggi negeri, merupakan proses seleksi awal terhadap anak-anak negeri yang diharapkan menjadi pemegang tonggak estafet kepemimpinan bangsa selanjutnya yang berbasis kemampuan akademik.

Pertarungan dalam Proses seleksi calon pemimpin bangsa melalui SNMPTN dan SBMPTN serta Jalur Mandiri tanpa meihat latar belakang sang calon pemimpin bangsa dari berbagai sisi termasuk kondisi ekonominya. Oleh karena itu, satu-satunya  yang menentukan berhasil atau tidak meraih satu kursi belajar di PTN adalah kemampuan akademik serta kecermatan dalam menentukan pilihan program studi pada perguruan tinggi yang menjadi tujuan belajarnya.

Baca juga :  Unhas Sediakan 7.076 Kursi untuk Mahasiswa Baru

Proses seleksi ini merupakan kebijakan nasional yang seharusnya dapat dilihat dalam perspektif yang lebih luas berdasarkan visi kebangsaan yaitu indonesia yang maju dan unggul dalam inovasi.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa ini adalah bagaimana mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang inovatif sehingga tidak selalu berpikir dan bertindak pragmatis untuk mengeksploitasi sumberdaya alam negeri ini tanpa mempertimbangkan aspek sustainabilitas pembangunan dan kehidupan anak cucu bangsa kita di masa yang akan datang.

Konsep abundance of knowladge dan inovation driven growth dalam proses pembangunan bangsa harus menjadi bahagian yang tak terpisahkan dari konsep pembangunan sumberdaya manusia bangsa ini.

Model seleksi penerimaan mahsiswa baru ini diharapkan dapat menjadi gerbang utama pembangunan sumberdaya manusia Indonesia yang berbasis prestasi, sehingga dapat menghasilkan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global.

Baca juga :  Kampus Sebagai Sumber Peradaban Bangsa Modern

Keberadaan bangsa kita saat ini sedang berada dalam pusaran persaingan global yang tidak mungkin dapat dihindari oleh anak bangsa kita dalam mewujudkan cita-cita dan harapannya. Oleh karena itu, kewajiban kita bersama adalah membangun SDM yang berkualifikasi tinggi sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan bahkan kebutuhan dunia global.

Kebijakan pemerintah sudah sangat jelas melalui kerangka kualifikasi nasional Indonesia atau yang kita kenal denga istilah KKNI yang seyogyanya menjadi acuan dalam proses persiapan SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan dunia kerja global.

Di tengah kita kini sudah berlangsung globalisasi ekonomi kawasan regional Asean atau yang disebut dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang tidak hanya dilihat dalam perpektif kegiatan perekonomian semata, karena sesungguhnya spektrum MEA sangatlah luas dimensinya antara lain dimensi sosial budaya atau kultur, dimensi hukum, politik dan dimensi keutuhan bangsa Indonesia.

Baca juga :  SBMPTN, Rektor Unilai Pantau Langsung Peserta Difabel
Advertisement

Spektrum dimensi yang amat luas tersebut di atas tentu membutuhkan aspek kompentensi SDM yang bersifat multikeahlian. Oleh karena itu, tantangan perguruan tinggi yang kini sedang menerima mahasiswa calon pemimpin masa depan  bangsa tidak sekedar menerima mahasiswa yang memiliki kemampuan akdemik yang baik akan tetapi bagaimana membina dan mengembangkan kecerdasan emosional, spritual dan intelektual untuk memberikan jawaban terhadapap  berbagai permasalahan pembangunan yang kita sedang hadapi dan yang akan datang.

Estefet kepemimpinan bangsa ini hanya bisa berlangsung dengan baik jika aspek pembangunan sumberdaya manusia dapat dilaksanakan dengan baik pula, oleh karena itu, reformasi proses pembelajaran menjadi sangat strategis untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing global.

Akan tetapi proses tersebut harus didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana perndidikan yang handal terutama untuk membangun aspek kemampuan skill atau keterampilan, karena sesungguhnya KKNI itu adalah pengukuran derajat ketrampilan kerja untuk mampu melakukan pekerjaan yang sesuai dengan derajat tingkat pendidikan yang telah dipempuh oleh seorang mahasiswa sehingga antara kompetensi yang dihasilkan berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi selaras dengan kemampuan kerja pada level KKNI-nya.

Rekonstruksi proses akademik dan pembelajaran harus menjadi fokus perhatian dalam proses pendidikan yang ditunjang oleh berbagai sarana pendukung yang handal untuk menghasilkan SDM yang handal pula tanpa mengabaikan keterlibatan seluruh stakeholder pendidikan tinggi.

Dengan demikian, sistem penerimaan mahasiswa baru melalu SNMPTN dan SBMPTN yang sangat handal bagi calon pemimpin masa depan bangsa hanyalah merupakan salah satu titik kecil dari semua proses pembangunan SDM bangsa ini.

Tantangan sesungguhnya justru terletak pada proses pendidikan anak bangsa di perguruan tinggi masing-masing yang kita harus akui bahwa heterogenitas daya dukung proses pendidikan antara perguruan tinggi sendiri belum merata antar perguruan tinggi terutama dari sisi kualifikasi SDM PTN dan infrastruktur pendukung lainnya sangatlah berbeda antar wilayah Jawa dan luar Jawa antara Barat dan Timur.

Ketimpangan ini pun menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi semua pihak untuk mendorong terbangunnya proses pendidikan nasional yang berkeadilan dan berimbang, untuk menghasilkan SDM yang berkulifikasi sama sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dunia global yang sedang kita hadapi tanpa ada perbedaan kualifikasi karena adanya Jawa dan Luar Jawa dan adanya Timur dan Barat, tetapi yang ada adalah SDM anak bangsa yang berdaya saing global.

Dr.  Ahmad Alim Bachri, S.E. M.Si. Dosen Fakultas Ekonomi dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin. Peneliti dan Regional Chief Economist Bank BNI, Ketua Lembaga Penelitian Unlam.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com