Ahmad Alim Bachri

Ramadan Sebagai Pesantren Pusat Pembelajaran dan Pendidikan Umat

Perspektif, EduNews.Id – Tanpa terasa bulan suci Ramadhan 1437 H telah hampir sampai pada penghujung 10 hari pertama pelaksanaan ibadah puasa bagi umat islam, Kehadiran bulan ramadhan yang setiap tahun datang dan disambut oleh umat islam, sejatinya merupakan pesantren pusat pembelajaran dan pendidikan bagi umat manusia dalam seluruh aspek kehidupan.

Capaian pembelajaran atau learning out come yang diharapkan dapat dicapai dalam proses pembelajaran dan pendidikan berdasarkan kurikulum bulan suci ramadhan adalah tercapainya ketaqwaan yang sempurna kepada Allah SWT.

Pencapaian learning out come melaului penerapan kurikulum bulan suci Ramadhan penuh dengan tantangan yang bersumber dari internal diri sendiri dan tantangan yang bersumber dari eksternal.

Baca juga :  Memajukan Dunia Pendidikan Bersama Komunitas PELANGI

Tantangan terbesar terletak pada diri sendiri yaitu bagaimana mengendalikan hawa nafsu duniawi yang terkadang dominan dalam menguasai kehidapan sehingga membuat umat terjerumus dalam kehidupan yang cedrerung bersipat hedonisme yang bertumpu pada kehidupan materialistik tanpa batas.

Kehidupan materialistik tanpa batas menjadikan manusia tidak mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil dalam proses pengumpulan harta melainkan hanya dengan tujuan tunggal menguasai dan memiliki harta sebanyak mungkin, pada hal sesungguhnya manusia telah diperingatkan oleh Allah swt untuk tidak mencampur adukkan antara yang haq dan yang bathil.

Kemampuan umat untuk meninggalkan kehidupan yang bersipat hedonisme tidaklah mudah karena glamor kehidupan merupakan wujud cobaan hidup yang sangat berat akan tetapi bagi siapa saja yang ingin ber Hijrah dalam hidupnya melaui penerapan kurikulum ramadhan maka sesungguhnya pasti bisa berubah dengan ridha Allah swt.

Baca juga :  Anggaran Pendidikan di Kabupaten Berau sangat minim
Advertisement

Kurikulum ramdhan untuk mencapai learning out come yang sempurna sesungguhnya harus dimulai dengan memmbersihkan jiwa masing-masing sehingga dengan kebersihan dan kesucian jiwa yang kita miliki akan memancarkan cahaya untuk menerangi seluruh aspek kehidupan kita sehingga dengan cahaya yang terpancar tersebut insya Allah kita akan mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil dan sesungguhnya ini adalah salah satu fungsi kitab suci Al-quran sebagai petunjuk (hudan) dan al-Furqan sebagai pembeda.

Kebersihan jiiwa bathiniah setiap umat akan memberikan arah dalam bertindak secara positif dalam kehidupannya, sarana pencapaian tersebut dapat dilakukan melaui momentum pesantren ramadhan yang kini hadir bersama dengan kita melalui penerapan amaliah ramadhan yang dapat membangun rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt, sehingga dengan kesyukuran ini mudah-mudahan kita dapat meninggalkan kehidupan yang hedonis dan berubah menjadi kehidupan yang penuh kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan melalui infaq, sadqah dll.

Ahmad Alim Bachri, Dosen Fakultas Ekonomi dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin. Peneliti dan Regional Chief Economist Bank BNI, Ketua Lembaga Penelitian Unlam.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com