Ahmad Sahide

Donald Trump dan Tatatan Politik Global

Ahmad Sahide

(Catatan di Balik Kepemimpinan Trump)

Oleh : Ahmad Sahide*

SPEKTRUM, EDUNEWS.ID-Masyarakat Amerika akan kembali menghadapi daur ulang demokrasi pada 3 November mendatang untuk memilih pemimpin mereka empat tahun ke depan. Presiden petahana, Donald Trump, akan kembali maju memperebutkan kursi di Gedung Oval, White House. Pada pemilihan umum 2016 silam, Trump mengalahkan kandidat berpengalaman dari Partai Demokrat, Hillary Rodham Clinton. Hillary Clinton adalah figur yang pernah menjadi first lady di negeri Paman Sam tersebut, kemudian menjadi Menteri Luar Negeri pada periode pertama kepemimpinan Barack Obama.

Kini, dalam pesta demokrasi yang kurang dari sebulan lagi, Trump akan kembali ditantang oleh tokoh berpengalaman dari Demokrat, Joe Biden. Biden adalah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) dalam dua periode mendampingi Obama. Trump kembali tidak diunggulkan untuk memenangi daur ulang demokrasi ini berdasarkan hasil survei yang ada. Sama halnya dalam pemilu 2016 lalu yang mana Hillary lebih diunggulkan oleh beberapa lembaga survei kredibel, seperti Reuters/Ipsos. Berdasarkan hasil survei lembaga ini yang dirilis menjelang hari H, Hillary unggul lima persen dari Trump (Kompas, 8/11/2016). Namun demikian, hasil dari suara rakyat berkata lain. Trump, melalui electoral vote, unggul jauh dari Hillary Clinton. Trump yang sejak awal kemunculannya dikenal sebagai tokoh kontroversial harus diterima dunia sebagai Presiden Amerika dan sosok yang memengaruhi konstelasi politik global.

Baca juga :  Tergerusnya Surplus Konsumen

Kini, setelah empat tahun menjadi salah satu orang kuat di dunia, Trump akan kembali bersaing untuk mempertahankan posisinya tersebut. Tulisan ini mencoba merekam secara garis besar apa yang telah terjadi dalam empat tahun terakhir. Seperti apa dunia dengan kehadiran Trump?

Konstelasi politik global

Apa yang kini telah terjadi dalam empat tahun terakhir dengan kepemimpinan Trump sebenarnya sudah diprediksi oleh beberapa ilmuwan di dunia. William Liddle, Professor Emeritus Ohio State University, menulis di kolom opini harian Kompas pada 15 Oktober 2016 dengan judul Orang Kuat yang Mengerikan. Demikianlah Liddle yang menggambarkan Trump kala itu. Sebelumnya, Rizal Mallarangeng juga menulis di harian Kompas pada 8 Oktober 2016 dengan judul Hillary, Tokoh Sejarah di Jalan Berliku. Mallarangeng dalam tulisannya ini sebenarnya berharap Hillary yang memenangi kontestasi politik kala itu. Salah satu penggalan kalimat dari tulisannya itu mengatakan, “…Mungkin agak berlebihan jika berkata bahwa Hillary adalah benteng pertahanan terakhir melawan kegelapan.” Kemudian setelah Trump dinyatakan menang melawan Hillary, I Basis Susilo, dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga menulis di harian yang sama pada 10 November 2016 dengan judul Trump dan Awal Kemunduran Amerika.

Seperti itulah pandangan dan prediksi beberapa ilmuwan kala itu dalam menyambut kemunculan dan kemenangan Trump. Apakah prediksi dan kekhawatiran itu terbukti setelah Trump empat tahun mendiami White House

Advertisement
? Harus diakui bahwa konstelasi politik global mengalami guncangan dengan kehadiran Trump sebagai aktor utama dan dominan. Salah satu yang sangat terasa secara global dampaknya adalah permusuhan yang terbangun antara Amerika versus China. Sejak Awal Trump berkampanya dengan slogan “America First” yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan proteksionisme. Pandangan ekonomi politik yang bertentangan dengan liberalisme ekonomi gagasan Adam Smith.

Dampak dari proteksionisme adalah terjadinya Perang Dagang antara Amerika versus China yang berkelindan dengan lambatnya pertumbuhan ekonomi global. Inilah mungkin yang dimaksud oleh Liddle bahwa Trump adalah sosok yang mengerikan. Kebijakan politik yang diambilnya mengguncangkan tatanan dan ekonomi politik global. Negara-negara Uni Eropa pun mulai kebingungan karena Amerika selama ini adalah pemimpin mereka dengan rezim ekonomi politik yang bercorak liberalisme, tapi justru Amerika sendiri yang pertama kali meninggalkan pandagan ekonomi politik tersebut.

Negara-negara Uni Eropa pun mulai berpikiran untuk tidak lagi tergantung banyak dengan Amerika. Hal ini berangkat dari kekecewaan ketika Trump pada awal kepemimpinannya melontarkan pernyataan politik bahwa Amerika terlalu banyak menghabiskan uang untuk membiayai keamanan negara-negara sekutunya. Inilah yang dimanfaatkan oleh China untuk mendekati dan menarik negara-negara Uni Eropa dalam ‘pelukannya’. Maka, apa yang diprediksikan oleh I Basis Susilo di atas ada benarnya. Trump menjadi awal dari kemunduran Amerika. Supremasi politik global Amerika mulai goyah karena kebijakan politik Trump sendiri. Ditambah lagi, Amerika di bawah Trump mulai meninggalkan fora internasional seperti halnya dengan keluar dari Trans Pacific Partnership (TPP).

Hal itu juga terlihat ketika pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) melanda dunia yang bermula dari Wuhan, China. Dalam kasus ini, Amerika kembali tidak muncul sebagai pemimpin dari lebih 200 negara yang terpapar virus ini untuk memeranginya. Sebaliknya, Trump menyerang China dan juga World Health Organization (WHO). Trump menuding WHO disetir oleh China karena tidak kunjung melakukan riset untuk membuktikan bahwa virus ini berasal dari laboratorium berteknologi tinggi yang terletak di kota Wuhan. Di samping itu, Amerika adalah negara peringkat pertama kasus Covid-19.

Inilah yang menjadi salah satu catatan penting di kancah politik global selama empat tahun terakhir dengan Trump sebagai Presiden AS dan aktor utamanya. Tiga November mendatang akan menjadi hari yang menentukan bagi rakyat Amerika dan dunia. Apakah rakyat Amerika akan kembali memilih Trump untuk meneruskan tergerusnya supremasi politik global Amerika atau memilih Joe Biden untuk merebut kembali supremasi tersebut? Kita tunggu tanggal mainnya!

 

Ahmad Sahide, Dosen Hubungan Internasional Program Magister, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Penggiat Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com