Ahmad Sahide

Perguruan Tinggi sebagai Tumpuan Daya Saing Bangsa

 

 

 

Oleh : Ahmad Sahide*

“Bila ingin menghancurkan suatu negara, mudah saja. Hancurkan perpustakaannya (Milan Kundera)”

LITERASI, EDUNEWS.ID – Apa yang dikatakan oleh Milan Kundera di atas penting untuk kita renungkan bersama, baik itu akademisi, pemangku kepentingan publik (pemerintah), beserta elemen bangsa lainnya. Sebenarnya, Milan Kundera hendak mengatakan bahwa perguruan tinggi mempunyai peran sangat sentral dalam berbicara kemajuan suatu bangsa dan negara.

Sejarah terlah membuktikan apa yang dikatakan oleh Milan Kundera tersebut. Tercatat bahwa peradaban Islam memasuki periode pertengahan, yaitu periode awal kemunduran, ketika bangsa Mongol menyerang Baghdad (Irak) pada tahun 1258 dan menghancurkan perpustakaan megah di Baghdad.

Tidak sedikit buku-buku yang dibakar dan dibawa ke Eropa. Itulah awal kemunduran Islam yang pernah mengenyam masa-masa kejayaan, yaitu pada periode klasik (650-1258). Sampai hari ini, ketika kita memasuki abad ke-21, perguruan tinggi masih menjadi bagian sentral dalam kemajuan suatu bangsa dan negara.

Untuk melihat suatu negara maju atau tidak, bisa dilihat dari perguruan tingginya. Apakah negara tersebut mempunyai perguruan tinggi yang bagus atau tidak. Amerika muncul sebagai kekuatan super power dalam kancah dunia karena mempunyai kampus terbaik di dunia, seperti Harvard University, Columbia University, dan lain- lain.

Dari kampus-kampus terbaik inilah, jutaan penduduk dunia datang belajar yang nantinya menjadi ting-tang di negaranya masing-masing. Mereka menjadi penentu arah kebijakan ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya. Maka dari itu, perguruan tinggi mempunyai peran sangat penting dalam peningkatan daya saing bangsa.

Artinya maju-mundurnya suatu negara tergantung sejauh mana negara tersebut mempunyai perhatian yang serius dalam memajukan perguruan tingginya, membangun perguruan tinggi yang punya daya saing tinggi.

Perguruan Tinggi dan Daya Saing Bangsa

Prof Dr Bambang Cipto MA, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta periode 2012-2016, belum lama ini memublikasikan buku dengan judul Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Daya Saing Bangsa. Pada bagian awal buku ini dikatakan bahwa Perguruan Tinggi (PT) sudah dianggap sebagai “engine of growth” atau “mesin pertumbuhan ekonomi” bangsa-bangsa di dunia.

Oleh karena itu, PT terkemuka di dunia terus bersaing untuk meningkatkan peringkat mereka setinggi dan selama mungkin (Hal. 1-2). Prof Dr Bambang Cipto mengatakan bahwa saat ini telah terjadi pergeseran ekonomi dunia, dari Barat ke Timur (Asia) dan hal itu ditandai dengan kebangkitan Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi di Asia.

Singapura, misalnya, memiliki PT berkelas dunia, seperti National University of Singapore yang berada pada posisi ke-12 QS World University Ranking 2015. Sementara Nanyang Technology University berada pada posisi ke-13 QS World University Ranking (Hal.5). Sayangnya, Indonesia tidak mempunyai perguruan tinggi dengan kualitas terbaik dalam tataran global.

Bahkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI) sebagai dua kampus terbaik di Indonesia tidak masuk dalam 500 besar kampus terbaik di dunia. Kita kalah dari Singapura dan Malaysia. Oleh karena itu, banyak warga negara Indonesia yang memilih Singapura atau Malaysia sebagai tempat untuk melanjutkan studinya.

Jika kampus merupakan “engine of growth,” maka daya saing ekonomi bangsa Indonesia kalah dari Singapura dan Malaysia dan hal itu dapat kita lihat dari kalah bersaingnya perguruan tinggi-perguruan tinggi Indonesia dari kedua negara tersebut. Singapura mempunyai kampus yang menembus dua puluh besar kampus terbaik di dunia, sementara Malaysia juga mempunyai kampus yang mampu masuk seratus besar kampus terbaik di dunia.

Oleh karena itu, jika hendak memajukan suatu bangsa (daya saing tinggi), menjadikan Indonesia sebagai negara bangsa yang berperadaban tinggi dan maju, maka bangunlah perpustakaannya, bangunlah perguruan tinggi-perguruan tinggi dengan daya saing tinggi. Dari perguruan tinggilah lahir sumber daya manusia yang inovatif dan berbakat (Hal.54).

Hemat penulis, hal inilah yang menjadi kegelisahan dari Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UMY tersebut yang dia jawab dengan menuliskan sebuah buku ilmiah. Buku yang tebalnya 186 halaman tersebut mengurai strategi dan keberhasilan beberapa negara di dunia dalam memajukan pendidikannya.

Negara-negara yang diangkat dalam buku ini seperti Swiss, Singapura, Belanda,China, Korea, Hong Kong, Jepang, dan Malaysia. Dari membaca buku yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar tersebut, kita dapat mengetahui bahwa salah satu kunci keberhasilan kampus-kampus di negara yang disebutkan di atas karena adanya keterbukaan (internasionalisasi) dan juga dukungan kuat dari pemerintah.

Sebagai salah satu contoh, peran strategis pemerintah Singapura sangat menentukan keberhasilan perguruan tinggi Singapura, termasuk di antaranya National University of Singapore (NUS). Visi jangka panjang pemerintah Singapura sejak lama adalah bahwa jika Singapura ingin memertahankan statusnya sebagai negara maju, sebagai negara-negara maju lainnya, maka Singapura harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang perguruan tinggi (Hal.58).

Pemerintah harus memberikan dukungan financial untuk publikasi dan riset, serta kerja sama internasional. Hasil dari dukungan kuat pemerintah itu sangat terlihat. Pada 2012, NUS telah memiliki 50% dosen internasional, 25% mahasiswa internasional, 70% mahasiswa pasca-internasional, dan 70% peneliti internasional yang berasal dari lebih seratus negara (Hal. 67).

Di Swiss juga sama, keberhasilan PT di Swiss dalam mencapai ranking World Class University (WCU) karena ada dukungan kuat dari pemerintah dalam pengembangan sains dan riset (Hal.47). Begitu pula dengan negara-negara yang lain yang dijelaskan dengan baik dalam buku ini.

Prof Dr Bambang Cipto mengurai dengan sangat baik dan detail langkah-langkah yang ditempuh oleh PT-PT di negara-negara tersebut, baik itu perbaikan manajemen dan dukungan pemerintah untuk dapat berada pada posisi PT terbaik dalam skala internasional.

Oleh karena itu, buku yang ditulis oleh Prof Dr Bambang Cipto tersebut menjadi bacaan penting bagi masyarakat kampus, pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam membangun Indonesia dari sektor pendidikan.

Alumni Ohio State University ini hendak mengatakan kepada kita semua, pertama, bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memajukan ekonomi bangsa karena maju mundurnya suatu bangsa dan negara tergantung dengan sumber daya manusia yang dimilikinya.

Dan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berbakat lahir dari kampus-kampus terbaik. Kedua, munculnya kampus-kampus terbaik di dunia karena ada dukungan kuat dari pemerintah, baik itu untuk melakukan riset dan kerja sama internasional. Oleh karena itu, perguruan tinggi dan pemerintah harus bersinergai dengan baik dalam memajukan suatu bangsa.

Prof Dr Bambang Cipto, dalam buku terbarunya ini ingin mengajak kita untuk belajar dari negara-negara yang telah sukses memajukan pendidikannya seperti Swiss, Singapura, Belanda, China, Korea, Hong Kong, Jepang, dan Malaysia. Maka dari itu, buku ini mempunyai kontribusi besar dan penting untuk kita baca. Semoga buku ini disambut dengan baik oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Ahmad Sahide, Dosen Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

 

Data Buku:
Judul : Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Daya Saing Bangsa
Penulis : Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A.
Isbn : 978-602- 229-726- 0
Penerbit : Pustaka Pelajar Yogyakarta
Tahun Terbit :2017
Tebal : x + 176

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!