DAERAH

Anak Yatim Piatu di Gorontalo Bersyukur Terima Beasiswa Kuliah di ATMI Solo

GORONTALO, EDUNEWS.ID – Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemprov Gorontalo untuk putra putri daerah mulai merekah. Meski belum bisa dipetik hasil, paling tidak banyak warga kurang mampu yang sudah merasakan prosesnya.

Salah satunya bagi Ramdan Pakaya (20). Warga kelurahan Pohe, Kecamatan Hulondalangi itu beruntung bisa kuliah di Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Solo dengan beasiswa Pemprov Gorontalo.

Bagi anak dari kalangan berduit, kuliah di mana saja dengan biaya berapapun bisa dilakukan. Tapi bagi Ramdan, uang kuliah Rp65 juta per tahun amat besar artinya. Ditambah lagi ia mengantongi uang saku Rp2 juta per bulan dan biaya kos ditanggung pemprov.

“Bersyukur sekali pak bisa kuliah beasiswa dari Pemprov Gorontalo. Saya enggak menyangka bisa sampai ke sini. Saya anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ibu saya meninggal saat saya kelas 3 SD, bapak meninggal saat saya kelas 9 SMP mau naik SMA,” Ramdan bercerita di sela-sela kunjungan Gubernur Gorontalo di ATMI Solo, Jumat (26/3/2021).

Baca juga :  Lippo Group Berikan Beasiswa untuk UNEJ

Ramdan mendapat informasi beasiswa kuliah di ATMI Solo dari pihak sekolah SMKN 3 / STM Kota Gorontalo. Meski yatim piatu tekadnya untuk belajar cukup besar. Terbukti dari 10 orang yang mengikuti seleksi dari Jurusan Teknik Mesin hanya dia yang dinyatakan lulus.

“Dari jurusan Teknik Mesin hanya saya yang lulus, tapi dari STM ada tiga orang,” imbuhnya.

Putra dari almarhum Yusuf Pakaya dan Almarhumah Rosnami Maksoed itu mengaku kuliah di ATMI cukup sulit. Selain harus menyesuaikan dengan kedisiplinan dan ritme belajar kampus, ia harus melawan rindu kampung halaman dengan perbedaaan budaya, makanan dan bahasa.

“Tahun pertama yang terasa sulit. Orang orang di sini berbicara dengan bahasa Jawa, makanannya juga manis manis. Beda sama kita di Gorontalo. Tapi setelahnya kita mulai terbiasa,” sambungnya.

Baca juga :  Japan International Cooperation Agency (JICA) Berkunjung Ke Bantaeng

Perpanjangan kerjasama antara Pemprov Gorontalo dengan ATMI Solo membawa angin segar buat Ramdan dan tiga temannya lain yang menerima beasiswa. Itu berarti satu tahun lagi masa kuliahnya di Solo bisa terus dibiayai melalui program beasiswa.

“Saya berharap akan banyak putra putri daerah yang mau meneruskan mimpi belajar di pulau Jawa. Pemerintah sudah menyediakan beasiswa, semua kembali ke diri kita sendiri mau belajar sungguh sungguh untuk meraih sukses,” katanya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang datang bersama istri Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD tidak lupa memotivasi empat dari lima siswa Gorontalo yang ditemui saat itu. Rusli berpesan agar mereka tidak takut, tidak minder dan menjadikan semangat BJ Habibie sebagai teknokrat dunia sebagai motivasi belajar.

Baca juga :  Pemda Boyolali Kaji Ulang Kuota Penerima Beasiswa Luar Negeri

“Kalian di sini taunya belajar. Hal-hal lain pemerintah yang pikirkan. Jangan malu dan jangan minder (dengan orang Jawa). Jaga nama baik daerah, belajar sungguh-sungguh dan jangan lupa berdoa,” pesan gubernur dua periode itu.

Sejak bergulir tahun 2015 lalu, kerjasama dengan ATMI Solo sudah menyekolahkan 10 orang putra daerah. Angkatan 2016 ada dua orang, angkatan 2017 ada tiga orang. Kedua angkatan itu sudah lulus dan bekerja di berbagai tempat. Sisanya angkatan 2018 Ramdan dan kawan kawan saat ini dukung di tingkat III semester 6.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com