DAERAH

Danny ke Pejabat Pemkot Makassar : Tidak Apa-apa Pindah, Asal tidak Meninggalkan Masalah

Danny Pomanto
Danny Pomanto
Spread the love

MAKASSAR, EDUNEWS.ID– Sejumlah pejabat Pemkot Makassar dikabarkan sudah mulai siap ‘hengkang’ dengan mengajukan pindah tugas. Bahkan, tidak sedikit telah menghadap langsung ke Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Danny Pomanto sendiri bersama pasangan Fatmawati Rusdi telah ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 berdasarkan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih Pilwalkot Makassar 2020 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Danny Pomanto menilai, tidak ada masalah sepanjang pejabat tersebut tidak meninggalkan masalah selama memimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Tidak apa-apa pindah. Asal tidak meninggalkan masalah, kalau meninggalkan masalah, maka masalah akan kejarki,” ujar DP, akronim Danny Pomanto, Selasa (26/1/2021).

Baca juga :  Warga Bone Minta Kepsek Dicopot Usai Pecat Honorer Gegara Posting Gaji

Danny mengaku, heran dengan sikap pejabat yang akan hengkang dan bertugas ke Pemprov Sulsel. Bahkan, Wali Kota Makassar dua periode ini, menduga mereka yang pindah memiliki ‘dosa’ dan takut bertanggung jawab.

“Kenapa takut sekali, banyakah dosanya? Itumi saya bilang mereka takut sama cerminnya sendiri,” terangnya.

Danny Pomanto mengatakan, terkait SKPD yang bakal dievaluasi usai pelantikan nantinya, ia akan menyerahkan ke tim transisi untuk menilai semua kinerja birokrat Pemkot Makassar. “Belum ada, tim transisi nanti yang kasi catatan ke saya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai secara resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilwalkot Makassar 2020 melalui rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih Pilwalkot Makassar 2020 yang digelar Komisi KPU Kota Makassar di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021), pasangan Danny-Fatma saat ini tinggal menunggu jadwal pelantikan.

Baca juga :  Hadiri Talk Show Lingkungan Hidup, Wali Kota Makassar Berbagi Ide 'Bank Sampah'

Meski demikian Danny Pomanto mulai ancang-ancang akan menata ulang struktur Pemkot Makassar. Ada tim transisi yang akan dibentuk untuk menilai birokrat, terutama terkait kinerja.

“Kami akan segera membentuk tim transisi. Kita sedang melobi dan tim transisi ini di luar pemerintahan. Mereka akan menilai satu per satu kondisi tubuh pemerintahan, siapa tahu ada birokrat tidak sehat,” kata Danny Pomanto usai ditetapkan sebagai pemenang Pilwalkot Makassar di Claro Makassar, Sabtu (23/1/2021) lalu.

Namun, kata Danny Pomanto, dirinya meminta seluruh masyarakat untuk bersabar. Sebab, masih ada agenda selanjutnya, yakni pelantikan di Februari mendatang. “Sesegera mungkin tim transisi bekerja. Dilantikmo rong,” ujarnya.

Danny menjelaskan, Adama (Danny-Fatma) tidak memiliki program khusus 100 hari dalam memimpin Makassar. Hanya fokus pada penataan ulang jabatan di Pemerintahan.

Baca juga :  Wali Kota Makassar Cek Lokasi Banjir di Antang

“Tidak adaji program khusus, karena semua penting. Tapi kalau 100 hari itu membersihkan pemerintah kota,” terangnya.

Danny Pomanto mengakui, banyak hal yang mesti diperbaiki di struktur organisasi lingkup Pemkot Makassar. Pasalnya, program yang selama ini pro rakyat terkesan menghilang.

“Kita akan audit. Banyak dugaan penyalahgunaan kewenangan dan anggaran,” jelasnya.

Terkait program, sambung Danny, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya saja, saat itu kondisi di Kota Makassar masih pandemi Covid-19, sehingga program akan mengacu pada perkuatan agar angka kasus Covid-19 melandai.

“Kalau program kita akan lihat konteksnya. Apa yang urgent saat itu. Kalau masih Covid-19, maka kita akan perkuat hingga membuat Covid-19 menghilang di Makassar,” paparnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com