DAERAH

Debat Kedua Pilkada Makassar, Akademisi Sebut Adama Terukur, Paslon Lain Omong Kosong

Rektor Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Hasil Debat publik putaran kedua Pilkada kota Makassar yang telah dilaksanakan di Studio iNews TV, Jakarta, Selasa, (24/11/2020) kemarin. Menuai tanggapan dari sejumlah akademisi.

Rektor Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis, mengatakan Pasangan Calon (Paslon) Munafri Arifuddin-Abdul Rahman, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid (Imun), kehilangan arah dalam menjelaskan rencana pemerintahan, jika diamanahkan memimpin kota Makassar.

“Sehingga dapat dikatakan omong kosong atau mengarang saja, sebab tidak sinkron apa yang ditulis dengan yang dijabarkan,” kata Bastian.

Ia menilai, keempat pasangan tersebut terbawa emosi dalam menanggapi dan menjelaskan pertanyaan yang dilontarkan oleh kandidat lainnya.

“Paslon nomor 4 (Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid) awalnya sudah baik, tapi terjebak dengan gini ratio yang belum bisa move on terbawa emosi jadi nggak konsentrasi materi berikutnya. Untuk Paslon Deng Ical (Syamsu Rizal) sudah baik hanya terlalu maaf ‘kurang serius’ dalam menangkis serangan jadi terkesan banyak lucu-lucunya. Mungkin karena mau gaet pemilih melinial,” ujarnya.

Bastian juga mengkritisi pasangan nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman). Terkhusus lagi kepada Rahman Bando yang dinilainya asal ceplos.

Baca juga :  Pengadaan Asrama Mahasiswa Kepulauan Sangkarrang hanyalah Wacana Pemkot Makassar

“ARB (Rahman Bando) yang mantan kadis memberikan tanggapan dan sangat kurang pengetahuan tentang reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan ekonomi,” kritiknya

Advertisement
.

Bastian Lubis mengakui, debat pertama dan kedua tersebut merupakan panggung pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) yang memaparkan bukti, prestasi yang kembali tertuang dalam visi-misinya.

“Jadi debat kali ini tetap dikuasai oleh Adama karena tidak ada beban persoalan atau masalah pada pemerintahannya,” ungkap Bastian.

Bastian menambahkan, debat kedua menjadi keuntungan bagi Paslon Danny-Fatma karena memaparkan secara lugas misi dan misi saat debat putaran pertama. Sehingga pada debat kedua kali ini sisa menjabarkan dan menanamkan dengan program terukur.

“(Beda dengan Danny-Fatma) harusnya paslon yang lain pada saat debat pertama harus jelas tentang visi misi. Kalau perlu dibaca itu. Sehingga pada debat kedua ini mudah untuk menjabarkan dan dapat dengan mudah dijelaskan kepada para pemirsa TV calon pemilihnya,” beber Bastian.

Sementara itu, Ibnu Hadjar, akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), juga menilai bahwa debat putaran kedua ini lagi-lagi menjadi panggung ADAMA’.

“Debat jilid dua tetap panggungnya milik paslon nomor urut 1 yang unggul secara argumentatif. Sesungguhnya apa yang ditanyakan semua oleh paslon 2, 3, 4 telah terjawab dengan jelas oleh DP (Danny Pomanto) semasa menjabat wali kota. Danny-Fatma tenang, santai, fokus, dan semua terjawab dengan tepat dan jelas,” tutur Ibnu. (*)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com