DAERAH

Dirut PDAM Kota Makassar Bantah Adanya ‘Sogok-menyogok’ pada Penerimaan Pegawai Baru Tahun 2020

PDAM Kota Makassar/Ilustrasi

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar membantah adanya ‘sogok menyogok atau pungutan liar’ yang terjadi dalam proses penerimaan pengawai baru tahun 2020, lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) PDAM Kota Makassar, Muh Rusli, kepada wartawan Edunews.id, Senin, (18/1/2021).

“Kalau disini itu tidak ada pak. Tidak ada istilah uang,” katanya.

Ia menyebutkan proses jenjang karir pegawai yang berada di internal PDAM, yang tidak serta merta diangkat menjadi pegawai 100 persen ataupun sebagai pegawai full.

“Jadi memang ada penjenjangan, Jadi tidak serta merta itu diangkat,” sebutnya

Ia pun menjelaskan proses jenjang karir pegawai yang berlaku PDAM Kota Makassar.

“Kalau masuk itu latihan dulu. Nanti pi masuk sudah di SK kan, disitu pi ada penjenjangan. Disitu dia mulai honor, naik menjadi kontrak jangka panjang, menjadi calon pegawai istilahnya itu kalau sekarang 80 persen hingga 100 persen itu, baru pegawai tetap,” jelasnya.

Baca juga :  Faizal Assegaf: Sikap Munafik Yenny Wahid Makin Sempurna!

Ia menuturkan, pegawai yang telah memiliki Nomor Pokok Pegawai (NPP) itu menandakan, pegawai yang telah diterima.

“Kalau di PDAM jika sudah memiliki NPP itu berarti sudah ada pengangkatan sebagai calon pegawai, artinya sudah memasuki tahap 80 % dan dari sini masih dilakukan penilaian-penilaian tertentu untuk menjadi pegawai Full atau 100%,” tuturnya.

Senada hal tersebut, Direktur Umum PDAM Kota Makassar, Hamzah Ahmad membantah adanya praktik ‘pungutan liar’ terhadap karyawan baru tersebut.

“Isu itu tidak benar. Tidak mungkinlah kita memakai cara-cara seperti itu, PDAM ini adalah perusahaan profesional. Betul-betul kita memperlakukan calon-calon tenaga kerja sesuai dengan prosedur. Tentu kami tidak bisa menjamin ada oknum- oknum tertentu yang memanfaatkan situasi seperti ini,” kata Hamzah, dalam video live talk #phsycaldistancing bersama Dirut PDAM Kota Makassar, DR Ahmad Ahmad Anca Umi “Seputar Issu Penerimaan Tenaga Kontrak PDAM Mksr”, yang diunggah di akun Erick Alamsyah, Kamis (14/1/2021), lalu.

Baca juga :  Politik Uang, KPK: Kami Berharap Bawaslu Lebih Aktif Melakukan Pengawasan

Ia juga menerangkan, bahwa hal tersebut merupakan rumor lama yang muncul kembali.

“Ini isu klasik ini. Selalu muncul ini. Justru tenaga kontrak yang masuk di PDAM ini justru kita yang kasi uang kodong. Logikanya begini, yang mau mendaftar tenaga kontrak itukan orang susah, sebagian besar orang susah ya. Apalagi tenaga lapangan. Tapi saya perlu sampaikan bahwa Bukan cuma tenaga lapangan yang diterima di PDAM ada juga tenaga-tenaga teknis tapi kecil jumlahnya,” terangnya.

Lanjut Hamzah, ia mencontohkan, tenaga lapangan yang membayar ‘pungutan liar’ tidak sebanding dengan pendapatan atau gaji mereka setiap bulannya.

“Tapi tenaga lapangan ini, kalau dia harus membayar, misalnya 10 juta, 20 juta atau diatasnya kapan dia bisa kembalikan, sedangkan gaji mereka standar UMR, kalau dibandingkan tenaga lapangan ya kurang lebih 2 juta lah,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi salah satu pegawai PDAM Kota Makassar, yang enggan disebutkan namanya, menegaskan adanya pegawai baru yang melakukan pembayaran (mengaku menyetor sejumlah uang).

Baca juga :  Humas Angga Hambali Kabag Termuda Sepanjang Sejarah PDAM Kota Makassar

“Ada itu pegawai baru yang cerita-cerita sama saya, sudah ditraining memang, jangan bilang-bilang kalau ada dibayar masuk,” katanya, Minggu (17/1/2021).

Ia juga menjelaskan, pegawai bisa menempuh waktu selama 4 tahun untuk bisa menjadi pegawai 100 persen, full atau tetap.

“Yang jelasnya itu, 1 tahun – 1 tahun. Honor dulu 1 tahun, baru naik ke pegawai, itupun 60 persen dulu selama 1 tahun lagi. Naik ke pegawai 80 persen, 1 tahun lagi. baru pegawai tetap mi 100 persen. Yang saya tau. Kalau baru 3 bulan masuk jadi pegawai tetap, istimewanya itu. Saya 5 tahun baru bisa terangkat pegawai tetap. Itupun kalau lancar, 4 tahun orang baru bisa jadi pegawai tetap,” jelasnya.

Ia juga mensesalkan hal tersebut bisa terjadi di PDAM Kota Makassar, dikarenakan banyaknya pegawai lama yang belum terangkat menjadi pegawai tetap.

“Kenapa ada di istimewakan?, padahalkan ada pegawai lama yang belum terangkat full,” pungkasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com