DAERAH

Djusman AR Blak-Blakan Soal Pernyataan Danny yang Viral Terkait Pemberantasan Korupsi

Djusman AR

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Terkait pernyataan pak Danny Pomanto dalam wawancara di kanal youtube Rijal Djamal, dimana Danny Pomanto mengungkapkan “bahwa saya ini mau membersihkan pemerintah kota, komitmen saya pemberantasan korupsi ” kenapa saya memberantas korupsi orang marah”.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari tokoh penggiat anti korupsi, Djusman AR yang dikenal garang dalam menyuarakan perlawanan korupsi.

Djusman yang dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Danny Pomanto berkait komitmen pemberantasan korupsi adalah benar.

Djusman mengaku saat Danny memimpin kota Makassar, investigator lembaganya tidak pernah kesulitan dalam mengakses data.

Dirinya menyebut, jika pihaknya tidak pernah mendapatkan intervensi, gangguan dan hambatan-hambatan dalam bentuk apapun.

Baca juga :  Zulkifli Hasan Nilai Dukungan Buruh untuk Prabowo Hal yang Wajar

“Itu artinya DP punya komitmen kuat dalam mewujudkan good governance dan clean goverment” kata Djusman saat ditemui di salah satu warkop di Kawasan Toddopuli, Jumat (2/10/2020) dini hari tadi.

Djusman mengambil contoh beberapa kasus yang mencuat dimasa kepemimpinan Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar, berbagai kasus korupsi baik yang terjadi pada masa pejabat sebelumnya maupun yang terjadi di masa kepemimpinan Danny Pomanto.

 

Ia mencontohkan, masa sebelum Danny menjabat yakni kasus PDAM, CCC, Damkar dan lain-lain. Kemudian masa menjabatnya kasus fee 30 %. NGO juga tidak pernah kedengaran ada yang mengeluh mengakses data.

“Saya termasuk kenal dengan DP bahkan saya pernah menjadi advisor atau penasehat dalam hal pencegahan korupsi. Dimasa pak Danny mengajak saya untuk bersedia menjadi advisornya, masih teringat saya katakan kepada beliau demi kebaikan karena pemberantasan korupsi bukan hanya menganut penindakan tapi juga upaya pencegahan maka saya meresponnya dengan catatan sebatas sharing pendapat biasa saja. Bukan advisor yang terikat dengan birokrasi dan kompensasi apalagi yang bersumber dari APBD” bebernya.

Baca juga :  Kerjasama Yayasan Hadji Kalla, Sekolah Alam Barakkang Gelar Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat

Danny pun, kata Djusman mengamini dan bahkan sangat berterima kasih atas kesediaan dirinya.

“Juga saya katakan kepada DP. Saya juga menginginkan terjalinnya sinergi untuk aksesitas data khusus yang terduga menyimpan. Lagi-lagi DP menjawabnya dengan penuh semangat, itu yang saya mau Pak Djus, bantuka kodong tertibkan birokrasi pemkot Makassar, saya tidak mau ada jajaranku yang menyalahgunakan kewenangannya apalafi berbuat korupsi,” tutur Djusman.

Djusman AR yang familiar dengan sapaan Bang Djus yang dikenal publik selaku saksi pelapor dua kasus korupsi di Makassar yang melibatkan dua mantan Wali Kota Makassar yakni Amiruddin Maula dan Ilham Arief Sirajuddin menegaskan bahwa dirinya tidak mau terlibat dalam persoalan politik, namun karena publik menyinggung terkait pemberantasan korupsi maka ia meresponnya memberi tanggapan karena berkaitan dengan pemerintahan bersih, kejujuran, perilaku dan tanggung jawab seseorang pemimpin khususnya berkaitan pemenuhan hak rakyat dan anti korupsi.

Baca juga :  Ribuan Umat Islam Tanjungbalai Tuntut Sukmawati di Penjara
Advertisement

Ia menuturkan perbuatan korupsi terjadi bukan hanya karena ketidaktahuan tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan tapi juga lebih dominan karena sifat keserakahan, ambisi memperkaya diri, keluarga dan kelompok.

“Hal itu sangat berpotensi terjadi kepada semua pemimpin. Mengapa demikan karena memiliki kekuasaan. Kekuasaan melahirkan peluang dan kesempatan” kata Djusman.

Ia mempersilahkan publik menelisik itu, apa yang terjadi di Kota Makassar pada kepemimpinan danny dan masa pejabat sebelumnya?.

“Apakah ada yang terbukti terjerat korupsi hingga menjadi penghuni hotel prodeo? dan apakah Danny Pomanto juga terjerat hukum dalam praktek korupsi?,” bebernya.

Menurutnya publik harus menilai itu berdasar pembuktian. Bukan asumsi dan hanya faktor like dislike.

“Bagi kami penggiat anti korupsi prinsipnya “kalau bersih kenapa risih” Mari kita menanamkan “berani jujur hebat”.

Sehingga katanya, jika ada yang terusik dengan pernyataan Danny itu maka patut diperiksa kesehatannya.

“Kan pernyataan dan pembuktian sikap Danny itu harusnya disupport oleh semua pihak, bukan malah memusuhinya” tuturnya.

Djusman mengingatkan bahwa yang dimaksud pemimpin anti korupsi itu bukan hanya pemimpin yang ketika menemukan laporan atau data dari pihak berwenang misalnya dari inspektorat, BPKP dan APIP lalu pemimpin itu sendiri yang datang ke institusi penegak hukum melaporkan kasus tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa penegasan berperan serta juga menganut proporsionalisme. Misalnya pemimpin yang tidak pernah bersikap mengintervensi, merintangi atau menghalang-halangi lembaga manapun menginvestigasi pos-pos anggaran yang terguna saat kepemimpinannya.

Saat Djusman ditanya soal kisruh Danny dan Ilham. Dia enggan mengomentarinya namun ia berpesan untuk maknai definisi modus korupsi.

“Ada beberapa oknum terjerat korupsi karena memang terbukti serakah dan bersandiwara di hadapan publik dan telisik track record oknum yang berpolemik” jelasnya.

Lanjut Djusman, setelah memahami itu maka seseorang akan tahu jujur itu memang mahal dan pembohong berkawan dengan setan.

“Maaf saya tidak mau tergiring ke ranah politik praktis siapa jujur, siapa berbohong. Menurut saya yang diataslah, maha kuasa lebih mengetahuinya namun manusia pun diberi akal dan nalar untuk mengujinya dengan beragam cara hingga dapat menemukan jawabannya” tambahnya.

“Yang pasti jauhi fitnah karena itu sifat tak terpuji dan bahkan dapat berimplikasi delik ,” tutupnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com