DAERAH

Hadirkan Ketua PDEI dan Jubir Covid-19 Maros, KNPI Maros Bahas Cara Melawan Virus Corona

MAROS, EDUNEWS.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maros menggelar diskusi online “Literasi Ruang Tengah” via Whatsapp Grup, Jumat malam (27/3/2020)

Diskusi yang mengangkat tema “Bagaimana kita melawan virus Corona?” Tersebut menghadirkan narasumber yakni Dr. Abdul Halik Malik, MKM (Ketua DPP KNPI Bidang kesehatan) sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan dr. Syarifuddin Palsam selaku juru bicara (jubir) Pemkab Maros sebagai Gugus Depan Pecegahan Virus Corona.

Diskusi yang diikuti 142 Peserta tersebut dipandu Risma Ardianti selaku Wakil Sekretaris komisi Kesehatan KNPI Maros.

Dalam pengantar nya, Herwan Pamelle selaku Ketua KNPI Maros mengatakan kita sebagai kaum muda harus punya rasa kepedulian untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Peran adaptif pemuda ditengah masyarakat sangat dibutuhkan guna mensosialisasikan pencegahan penularan virus ini.

Baca juga :  LRT Palembang Mogok, Menhub Minta Maaf

“Oleh nya itu, diskusi ini hadir menyajikan informasi yang dibutuhkan sekaligus mengisi aktivitas bermanfaat selama masa physical distancing. Termasuk membincang bagaimana strategi dan langkah optimal dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Dr. Halik Malik dalam pemaparannya menjelaskan pemerintah saat ini terlihat lebih transparan, terkoordinasi dan bergerak cepat ketimbang sebelumnya. Peta terdampak sudah mulai disebarluaskan dan terkhusus di tingkat provinsi, info nya lebih mendetail.

Metode tracking mulai dibenahi dgn koordinasi yg makin solid. Pemeriksaan di pintu masuk Indonesia pun diperketat, RS rujukan dan ruang isolasi juga bertambah, alat kesehatan dan pembangunan RS Darurat Covid juga dibangun dibeberapa wilayah.

Sebelumnya, dokter Indonesia mengaku sudah sangat terbebani melayani pasien akibat fasilitas kesehatan yang seadanya
sementara pasien terus naik angka nya. Terbukti dengan banyaknya tenaga medis yang terpaksa memakai jas hujan akibat Kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca juga :  PDIP Sulsel: Peluang Danny Pomanto Sangat Besar untuk Kita Usung

“Kalau anda mampu membantu, apapun itu lakukan lah. Kalau anda belum bisa membantu materi ataupun tenaga, bantulah dengan optimisme agar pandemi segera berlalu. Tetap dirumah merupakan upaya sederhana membantu tenaga medis,” Jelasnya.

Ia menambahkan ikhtiar warga mencegah penyebaran virus juga bisa dilakukan dengan membuat fasilitas cuci tangan, cairan desinfektan atau hand sanitizer secara mandiri. Membagi informasi yang kredibel, mengatur keluar-masuk warga dan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan perumahan merupakan alternatif lainnya.

Advertisement

Selain itu, harus ada keputusan untuk menyaring dan tidak membiarkan disinformasi berseliweran di berbagai media dengan kita sebagai obyek pasif dari informasi tersebut.

Sementara itu, dr. Syarifuddin Palsam menyambut baik inisiatif pemuda melaksanakan diskusi. Ini pertanda bahwa Pemuda Kabupaten Maros begitu peduli dengan keadaan yang melanda negeri, utama nya Kabupaten Maros.

“Saya ingin menyampaikan bahwa di Kabupaten Maros sudah menjadi bagian dari Pandemi Covid 19. Terbukti dengan adanya masyarakat Maros yg sudah positif Covid-19 yakni seorang pria berusia 62 tahun beralamat di Kecamatan Mandai. Jumlah kasus sekarang perhari ini (27 Maret) adalah: ODP 63 orang, PDP 6 orang, Terkonfirmasi positif 1 orang,” tuturnya.

Olehnya itu, melalui diskusi ini saya mengajak seluruh masyarakat khususnya para pemuda untuk bersama dengan pemerintah mencegah penularan Covid-19,” tambahnya.

Lebih lanjut Syarifuddin menjelaskan kalau kita bersatu penuh, disiplin menjalankan seluruh anjuran pemerintah, Insya Allah kita bisa meminimalisir penularan. Mari kita tetap berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, mengurangi keluar rumah, menjaga jarak (physical distancing), memakai masker bagi yg sakit dan mengisolasi diri bagi yang punya riwayat interaksi langsung dengan orang bergejala covid-19. Riwayat perjalanan ke daerah endemik atau zona merah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, apalagi pernah berkunjung ke luar negeri dalam 14 hari terakhir juga masuk pengawasan.

“Tanpa upaya mencegah penyebaran, maka sangat riskan kasus akan terus bertambah. Sementara fasilitas kesehatan sangat terbatas daya tampungnya. Tidak perlu panik tetapi tetap waspasa karena penyakit ini juga bisa sembuh,” ujarnya.

“Dua minggu kedepan sebaiknya di rumah saja dulu kecuali ada urusan yg sangat penting dan mendesak. Biarkan petugas kesehatan yg bekerja keras untuk melayani yang sakit walau penuh dengan risiko,” tutupnya

Adapun, Forum Literasi Ruang Tengah akan hadir tiap pekan dengan tema dan narasumber yang berbeda. Ini salah satu ikhtiar KNPI Maros mengedukasi pemuda dan masyarakat untuk mengisi waktu luangnya dengan aktivitas bermanfaat walau tetap #dirumahaja.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com