DAERAH

Hati-hati! Oknum Janjikan Jabatan Lurah di Makassar, Patok Harga 9 Juta

Djusman AR

MAKASSAR, EDUNEWS.ID- Jelang pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, seorang oknum diduga memanfaatkan situasi dengan menjanjikan mampu mengurus dengan menawarkan posisi atau jabatan sebagai lurah di salah satu kecamatan di kota Makassar.

Hal ini terungkap, setelah seorang pejabat kelurahan di kecamatan Tallo kota Makassar inisial ‘M’, menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan pegiat anti Korupsi, Djusman AR di salah satu warkop kawasan Toddoppuli, Selasa (2/2/2021).

Mendengar aduan tersebut, Djusman AR yang juga pernah menjadi advisor Danny, di hadapan pejabat kelurahan tersebut, langsung melakukan konfirmasi ke Danny Pomanto.

“Betul, seorang pejabat kelurahan datang menyampaikan ke saya mengadukan perihal ada seorang oknum yang mengaku dekat dengan Danny dan menjanjikan jabatan lurah dengan imbalan bayaran 9 juta. Saya langsung menelpon pak Danny,” kata Djusman saat dikonfirmasi.

Baca juga :  KPK Tangkap Bupati di Sumatera Utara

Djusman mengatakan, perilaku oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi adalah tindakan yang mencoreng integritas pemerintahan yang bersih.

“Saya tidak pernah respek dengan hal tersebut, saya langsung kontak pak Danny, pak Danny memastikan tidak mengenal dan tidak membenarkan hal tersebut, bahkan pak Danny meminta dipolisikan yang bersangkutan,” kata Djusman.

Djusman menuturkan, informasi yang disampaikan oleh pejabat kelurahan tersebut merupakan hal yang tidak boleh terjadi karena akan merugikan Danny Pomanto dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih bebas dari perilaku KKN. Kata Djusman, ini juga menjadi bagian dalam mengontrol pemerintahan Danny-Fatma kedepan.

“Kita berharap, jangan sampai muncul gerakan oknum yang mengklaim bagian dari tim “ADAMA” untuk mendapatkan keuntungan. Yang secara tidak langsung merugikan nama Danny Fatma,” kata Djusman.

Baca juga :  MES Sulsel, Andalan peduli dan IMA Bekerja Sama Salurkan Bantuan Korban Terdampak Banjir dan Covid 19

Selain itu, lanjut Djusman, kejadian ini juga menjadi catatan bagi tim transisi dalam bekerja.

“Ujian pekerjaan tim transisi, sekaligus warning buat tim transisi, agar tidak sekali-sekali memberikan ruang kepada oknum yang ingin memanfaatkan situasi,” pungkas Djusman.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com