DAERAH

HMI MPO Cabang Majene periode 2019-2020 Gelar Pelantikan dan Diskusi Publik

MAJENE, EDUNEWS.ID – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Majene periode 2019-2020 menggelar pelantikan dan rapat kerja di Gedung Tasha Center, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (08/02/2020).

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan diskusi publik, bertemakan ‘Evaluasi pelayanan kesehatan di kabupaten Majene prioritaskan keadilan sosial’.

Ketum HMI MPO Cabang Majene, Hasbi menegaskan pihaknya siap mengawal kebijakan pemerintah agar selalu pro terhadap kepentingan keumatan.

“HMI MPO Cabang siap mengawal kepentingan rakyat, karena kehadiran kami yaitu misi keummatan,” tegasnya, saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB HMI, Najamuddin Arfah mengatakan, sebagai kader HMI yang berhimpun dalam organisasi keislaman, gerakan HMI kedepannya mesti selalu diwarnai oleh nilai-nilai Islam sesuai dengan ajaran al Quran dan Hadist.

Baca juga :  Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi hadir di Desa Kanjilo

“Gerakan HMI itu harus bersentuhan nilai-nilai keislaman, memperjuangkan keadilan sesuai tujuan hmi yang turut bertanggung jawab atas tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT,” katanya.

Ia juga mengingatkan, jika frasa ‘HMI’ yang mesti digarisbawahi adalah ‘Islam’.

“Keislaman, disamping keIndonesiaan menjadi ciri yang mesti kita tonjolkan di HMI” katanya, dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya independensi gerakan HMI untuk menjaga marwah gerakan.
Meskipun, di era saat ini, sinergitas dan kolaborasi mesti  dibangun dengan stakeholder terkait termasuk pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan daerah.

“Relasi yang dibangun seorang kader HMI secara organisasi tentunya, sebagai agent kontrol adalah mengadvokasi kepentingan  keummatan, kaum mustad’afin dan memastikan pemerintah berjalan sesuai dengan amanah reformasi,” ujarnya.

Baca juga :  Bertemu Dedi Mulyadi, Petani di Bekasi Keluhkan Sistem Ijon

Selain itu, dirinya menyinggung kabupaten Majene yang menegaskan diri sebagai kota pendidikan.

“Bagi kader HMI di Majene dalam mengawasi sektor pendidikan, indikator pro terhadap pendidikan, aturannya kan setiap pemerintah menganggarkan 20 persen, jadi kalau pemerintah kabupaten Majene komitmen dengan kota pendidikan, pasti itu dibuktikan dengan alokasi anggarannya,” pungkasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!