DAERAH

Jokowi Perintah Gubernur, Bupati, Walikota Aktif Sosialisasi Larangan Mudik

EDUNEWS.ID – Pada pertengahan bulan April 2021 lalu, Presiden Jokowi menjelaskan keputusan pemerintah untuk melarang mudik bagi semua lapisan masyarakat berkaca dari pengalaman meningkatnya kasus Covid-19 dan kematian setelah adanya empat kali libur panjang pada tahun 2020.

Setidaknya, aturan larangan mudik tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021, Addendum Surat Edaran KaSatgas No. 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan SE Ka Satgas No. 13 Tahun 2021 Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Pengendalian Covid-19 selama bulan suci ramadhan.

Merespon adanya instruksi dan keputusan dari pemerintah pusat serta Satgas Gugus Tugas, pemerintah daerah di Indonesia tak terkecuali Provinsi Gorontalo melakukan rapat untuk membahas keputusan pemerintah pusat tersebut.

Baca juga :  PPP Sidrap Sulsel Bantu Keluarga Miskin di Kelurahan Arateng

Rapat Forkopimda diperluas dihadiri oleh Gubernur, Kapolda, Danrem, Kabinda, Kejati, Ketua Pengadilan Tinggi serta para Bupati dan Walikota sepakat untuk menjalankan keputusan pemerintah pusat di Gorontalo terkait larangan mudik.

Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak, karena keputusan larangan mudik berasal dari keputusan pemerintah pusat dan Gubernur Gorontalo sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat wajib menjalankan keputusan itu.

Reaksi publik sangat beragam, pro dan kontra atas keputusan Gubernur bersama Forkopimda itu didukung sekaligus ditentang oleh warganya. Bagi warga yang pro, mereka percaya bahwa larangan mudik adalah upaya pemerintah untuk menjaga warganya.

Sebaliknya, warga yang menolak larangan mudik justru menilai hal itu menyengsarakan masyarakat kecil, misalkan saja ada penolakan dari para sopir angkutan lintas daerah yang notabene penghasilan utamanya dari jasa angkutan.

Baca juga :  Akan Gelar LK II, HMI MPO Cabang Makassar Silaturahmi ke Wagub Sulsel

Belum selesai pro dan kontra ditengah masyarakat Gorontalo, Presiden Jokowi kembali mewanti-wanti Kepala Daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota agar berhati-hati sebab ada 18,9 juta orang di Indonesia yang akan mudik pada lebaran tahun 2021 ini.

Posisi yang sulit bagi pemerintah daerah, Jokowi meminta agar Gubernur, Bupati, Walikota diseluruh Indonesia terus menyampaikan larangan mudik ke masyarakat.

Namun, meski demikian, ini menjadi ikhtiar dari pemerintah untuk menjaga keselamatan rakyatnya dari bahaya virus corona.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com