DAERAH

Kabupaten Asmat Kekurangan Dokter

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kabupaten Asmat masih kekurangan dokter untuk menangani wabah campak dan gizi buruk. Beberapa pusat kesehatan masyarakat di Asmat bahkan tidak memiliki dokter. Dari 13 puskesmas yang ada, hanya ada tujuh orang dokter dan satu orang dokter spesialis.

“Jumlahnya terbatas, tapi ya kita bisa mengerti. Ini yang mesti dicari terobosan-terobosan,” kata Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Gizi buruk dan busung lapar melanda Asmat sejak beberapa bulan terakhir. Buruknya gizi tersebut menjadi penyebab mewabahnya penyakit campak. Penyakit campak dan gizi buruk mengakibatkan 71 warga meninggal akibat terlambat memperoleh penanganan medis.

Nila mengatakan untuk menutupi kekurangan itu, pihaknya akan mengirimkan dokter yang menetap dan bertugas di puskesmas yang ada di Asmat. Harapan ke depannya, seluruh puskesmas di Asmat memiliki dokter.

Baca juga :  Pemerintah Ingin Sisir Daerah Papua yang Kurang Gizi

“Ini kita coba kirim dokter, tetapi kita harus juga sadar mungkin untuk terlalu lama di sana tidak bisa. Tetap kita akan memperpendek. Jadi artinya, tiga bulan kita ganti, tiga bulan kita rotasi,” kata Nila.

Sementara untuk tenaga kesehatan lain, Nila menilai sudah cukup memadai. Total, ada 177 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!