DAERAH

Kapolsek Manggala Sebut Terduga Pelaku Pengancaman IRT di Makassar Sementara Proses Pencarian

Kantor Kepolisian Sektor Kecamatan Manggala, Kota Makassar/Net.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kepolisian Sektor Kecamatan Manggala, Kota Makassar mengatakan penanganan kasus dugaan pengancaman parang yang dilakukan oleh tukang parkir kepada ibu rumah tangga pada hari Jum’at (30/10/2020) lalu, tidak masuk dalam kategori terburu-buru.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Manggala, Syaiful Alam saat ditemui wartawan di kantor Polsek Manggala, jalan Lasuloro Raya, Selasa (03/11/2020).

“Tunggumi, kan bukan cuman dia, laporan sebelum itukan banyak di depannya dia. Bisa mendesak kalau ada tahanannya, kalau tidak ada, menunggu urutannya, ada nomor register,” katanya.

“Inikan pengancaman orangnya tidak luka, tidak apa, tunggu dipanggil,” tambanya.

Lanjut Saiful, dirinya menuturkan pihaknya telah menerima laporan kasus pengancaman pada hari Sabtu, (31/10/2020) dini hari, lalu.

“Jadi tim kita terima laporannya masuk ke saya, satu hari saya disposisi ke Kanit Res, Kanit Res disposisi ke anggotanya,” tuturnya.

Saat disampaikan, kekhawatiran korban terkait kajadian berulang, akibat ketidak cepatnya pihak kepolisian menangani kasus, dirinya tetap meminta korban untuk menunggu perkembangan kasus tersebut.

“Tunggumi. itu urusannya polisi, akan disurati, akan diundang. Tidak langsung mengambil orang begitu. seandainya itu malam ada langsung kita bawa, tapikan tidak ada, lari q, nantikan akan dicari itu orangnya,” jelasnya.

“Saksinya dulu dipermantap, minimal dua orang saksinya,” lanjutnya.

Sebelumnya dikabarkan, seorang ibu rumah tangga sebagai korban, yang berdomisili di salah satu ruko di jalan Toddopuli 7, kecamatan Manggala, Kota Makassar berinisial LY yang diancam senjata tajam jenis parang oleh tukang parkir motor di depan Rumah Toko (Ruko)nya saat hendak keluar, Jum’at (30/10/2020) malam lalu, mendatangi kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Manggala, Senin (02/11/2020).

Advertisement

Tujuan kedatangan korban tersebut untuk mempertanyakan hasil perkembangan laporannya ke pihak kepolisian.

Pasalnya, korban mengaku melihat pelaku pengancaman parang tersebut berkeliaran disekitaran Rukonya yang juga Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saya lihat itu orang mondar mandir di depan rumah, bahkan pinjam motor juga di mas Toto,” katanya.

Diketahui, Mas Toto merupakan pemilik warung (penjual makanan sari laut) yang di tempati pelaku untuk menjadi tukang parkir.

Sebelumnya, tukang parkir yang membawa parang tersebut langsung membuat IRT syok. Menurut pengakuan korban, selain melakukan pengancaman dengan sebilah parang (golok), pelaku juga melempari Ruko yang dihuni korban dengan batu.

Polisi yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) beberapa saat setelah kejadian tidak berhasil menemukan pelaku, namun berhasil menyita barang bukti sebilah golok.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Manggala yang berada di jalan Lasuloro Raya, nomor 171 Kota Makassar, pada hari Sabtu (31/10/2020) jam 1.30 dini hari, dengan nomor surat: Stpl/767/X/2020/Sek Manggala.

Bertanda tangan Bintara Pelayanan Masyarakat (Bayanmas) Polsek Manggala, Brigpol Hermanto Sunarya.

Dalam laporan polisi, korban menceritakan awal kejadian, sekira pukul 23.30 malam korban ingin keluar rumah. Namun didapati adanya motor terparkir di depan pintu pagar ke luar rumah, dirinya meminta kepada pelaku melalui pemilik warung (sari laut) untuk menggeser motor yang terparkir tersebut.

Namun, pelaku enggan memindahkannya, sehingga terjadilah adu mulut dan cekcok.

Tidak lama kemudian pelaku langsung mengambil senjata tajam jenis parang untuk menggertak korban.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com