DAERAH

Pemuka Agama Diharapkan Jadi Teladan Kerukunan

 

 

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Puluhan elemen masyarakat, tokoh lintas agama, dan para pejabat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendeklarasikan “Jogja Damai Menolak Kekerasan, Intoleransi, dan Radikalisme”.

Sebelum deklarasi, ratusan warga dari puluhan elemen masyarakat itu membubuhkan tanda tangan komitmen menolak kekerasan, intoleransi, dan radikalisme pada kain putih.

“Saya berharap deklarasi ini tidak sebatas dokumen mati, tetapi benar-benar diikuti tindakan nyata yang terintegrasi,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai deklarasi, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (14/2/2018).

Deklarasi juga diukuti Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, Ketua DPRD Provinsi DIY Yoeke Indra Agung, dan Dan­rem 072/Pamungkas Kolonel Inf M Zamroni.

Dengan dipimpin Kepala Bakesbangpol DIY, Agung Supriyono, Sultan HB X, Yoeke Indra Laksana, Ahmad Dhofiri beserta perwakilan dari enam pemuka agama (Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu) membacakan dengan hikmat isi teks deklarasi Jogja Damai yang memuat lima tekad yang menjadi konsensus bersama.

Baca juga :  Jogja Menuju Propinsi [Tidak] Baik

Pertama, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, mengecam segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang mengatasnamakan agama. Ketiga, mengajak seluruh masyarakat DIY untuk tetap menjaga kerukunan, cinta damai dan toleransi antarumat beragama.

Kempat, menjadikan DIY sebagai daerah terdepan dalam perlawanan terhadap paham dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kelima, mengecam pelaku kekerasan, intoleransi, dan radikalisme serta mengusut secara tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Merawat Kedamaian

Sri Sultan menegaskan deklarasi ini harus diikuti dengan tindakan nyata yang terintegrasi, agar ada ketegasan dalam merawat kedamaian masyarakat di DIY. Setiap pemuka agama pun diharapkan untuk menjadi teladan dan pelopor terjalinnya kerukunan antarumat beragama.

Baca juga :  Mahasiswa Yogjakarta Tertinggi Konsumsi Narkoba

Pengguna media sosial, tambah Sultan, juga harus bijaksana. Hendaknya dalam mengunggah opini menggunakan bahasa yang santun dan bertanggung jawab, demi menjaga stabilitas sosial di masyarakat.

Bagi redaksi media massa diharapkan memegang teguh prinsip dasar jurnalistik, adil, dan bertanggung jawab, serta melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran setiap kejadian yang rawan konflik. Sultan mengajak semua warga untuk membangun taman perdamaian.

“Hentikan persekusi, dan waspadailah politik adu domba antarumat beragama. Gantikan teriak beringas dan kepal amarah dengan salam damai bagimu Jogja dan Indonesia,” kata Sultan.

Terkait dengan kasus kekerasan di Gereja Santa Lidwina, Bedok, Kabupaten Sleman, Sultan mengutuk keras dan mempercayakan kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap motif dan latar belakang tindakan pelakunya.

Baca juga :  Pemda Yogyakarta Alihkan Program Layanan KBS Online

“Dengan tegas saya mengutuk keras terhadap tindak kekerasan yang teramat brutal itu. Hentikanlah persekusi, dan waspadailah politik adu domba antarumat beragama,” kata Sultan.

Menurut Sultan, seluruh elemen masyarakat harus memiliki pemahaman yang sama terhadap penanganan kekerasan fisik dan tindak kriminal yang menjadi kewajiban aparat Polri setempat untuk menanganinya terlebih dahulu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, KH Toha Abdurrahman mengapresiasi deklarasi tersebut. Deklarasi itu merupakan usulan yang sudah lama diajukan MUI DIY ke Kantor Kesbangpol setempat.

Peristiwa penyerangan Gereja Santa Lidwina, menurut Toha, tidak mencerminkan karakter masyarakat asli Yogyakarta. “Harapan saya masyarakat Yogyakarta tidak ikut-ikutan seperti itu. Itu (pelaku) bukan orang Yogyakarta, melainkan orang Banyuwangi,” katanya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com