DAERAH

Penanganan Gizi Buruk, Pemerintah Segera Bangun Jembatan di Asmat

 

 

WAMENA, EDUNEWS.ID – Pemerintah, dalam hal ini Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Papua, segera membangun tiga jembatan gantung serta jalan beton yang menghubungkan permukiman warga dengan rumah sakit di Kabupaten Asmat. Jembatan gantung akan dibangun di tiga distrik ini memiliki panjang berbeda-beda.

“Program kami di sana nanti ada pembuatan tiga jembatan gantung, yaitu di Distrik Agats, Kasuari, dan Kumur. Panjang jembatan gantung yang akan kami bangun di sana untuk Agats sepanjang 72 meter, dua distrik yang lain 80 meter dan 120 meter,” kata Kepala Satker PJN Wilayah IV Papua, Togap Harianto, di Wamena, Papua, Jumat (9/2/2018).

Togap mengatakan sedang dipersiapkan pengerjaan jalan konstruksi beton di pusat Ibu Kota Kabupaten Asmat pada tahun ini. Pemerintah akan membangun jalan beton di kotanya sepanjang 2,3 kilometer yang menghubungkan antara perumahan ke rumah sakit.

Baca juga :  Kemensos Salurkan Bantuan Tiga Ton Beras ke Kabupaten Asmat

Satker Jayawijaya termasuk menangani Asmat juga. Pembangunan jembatan dan pembuatan jalan beton itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan pejabat PUPR ke Kabupaten Asmat untuk penyiapan infrastrukur umum di sana.

“Saya sendiri ikut ke sana. Tim dipimpin oleh Dirjen Bina Marga dan semua yang terkait masalah infrastruktur dilibatkan, baik cipta karya, sumber daya air, perumahan dan permukiman. Kami sekitar lima hari di sana,” kata Togap.

Sebelumnya, PJN Wamena tidak mengusulkan pembangunan jembatan gantung, namun setelah tim penyiapan infrastruktur melihat kondisi Asmat yang mengalami musibah sehingga dibutuhkan penambahan fasilitas umum seperti yang hendak dibangun.

Tim Medis

Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin (Unhas), Ishaq Rahman, mengatakan rombongan tim medis dan kesehatan Unhas berhasil berlabuh di Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, pada Jumat pukul 16.20 WIT. Tim medis Unhas membawa 33 dos obat-obatan, bahan makanan, susu, dan perlengkapan tidur.

Baca juga :  Komunitas Wartawan di Jayapura Gelar Aksi Koin untuk Gizi Buruk di Asmat

Ketua tim medis Unhas, Idrus Paturusi, mengatakan semua barang donasi tersebut diurus sendiri pengangkutannya oleh tim medis dengan bantuan jasa buruh yang berjejal di pelabuhan.

Tim medis baru akan membagikan bantuan kemanusiaan tersebut esok harinya. Rencananya malam ini, tim Unhas menggelar rapat persiapan rencana kegiatan di lapangan selama empat hari di Agats.

“Kami akan melakukan konsolidasi dengan pemerintah setempat untuk menyusun program ke depan. Selain program rehabilitasi, kami akan melakukan kegiatan jangka panjang,” kata Budu, yang juga Wakil Rektor Unhas Bidang Inovasi dan Kerja Sama.

Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan tim Unhas sesuai rencana akan bertugas selama sebulan di Kabupaten Asmat. Untuk para pendamping, termasuk dekan, akan bertugas di sana selama seminggu. Sementara untuk tim dokter, mereka akan berada di sana selama sebulan.

Baca juga :  Pemkab Karawang Siapkan Rp 8,8 miliar untuk Perbaikan Irigasi

Tim Unhas mengirimkan 19 orang yang terdiri dari dokter residen senior dengan berbagai bidang (gizi, penyakit dalam, obgyn, gigi), perawat, serta enam orang profesor dari berbagai bidang ilmu akan diberangkatkan.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!