DAERAH

Polres Takalar Sebut Kasus Kematian Warga Tanakeke Akibat Aliran Listrik PLN Sudah Selesai

Polres Takalar/Ilustrasi.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Takalar menyebutkan kasus kematian Sangkala Daeng Rowa yang diduga tersengat arus listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di tambak ikannya, di Dusun Dandre-dandre, Desa Maccini Baji, Kecamatan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, (17/11/2020) lalu, telah selesai.

Hal tersebut disampaikan oleh Paur Humas Polres Takalar, Ipda Sumarwan kepada wartawan Edunews.id, Selasa (1/12/2020).

“Itu yang di Tanakeke sudah selesai. Keluarga korban sama PLN sudah ada kesepakatan damai,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pihaknya tidak menindaklanjuti kasus kematian tersebut, dikarenakan pihak keluarga korban enggan almarhum di Autopsi atau bedah mayat (Investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian).

“Keluarganya juga tidak mau Almarhum di Autopsi waktu itu, jadi kami tidak bisa menindaklanjuti. PLN juga sudah beri santunan kepada pihak keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, Keluarga korban mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk menelusuri penyebab kematian salah satu anggota keluarganya.

Sehingga kronologi kematian almarhum yang diduga tersengat listrik PLN tersebut diketahui kebenarannya, dan kejadian itu tak terjadi lagi.

“Ia ada (harapan Polisi menindaklanjuti). Kami sekeluarga harap agar tidak ada lagi kejadian yang serupa dan PLN harus memperhatikan,” kata Acca Daeng Sayang, yang juga menantu dari almarhum Sangkala Daeng Rowa, saat dihubungi wartawan Edunews.id Via Whatsaapp, Minggu (29/11/2020), lalu.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan nilai santunan yang diterima dari pihak PLN, yang tidak sebanding dengan kerugian keluarganya.

“Kalau sebanding dengan kerugian itu, memang tidak cukup untuk biaya hidup untuk orang tua kami sehari-hari, karena cuma bapak yang mencari nafkah untuk mama kami karena mereka cuma tinggal berdua selama ini,” ungkapnya.

“Waktu tausiah sebesar 3 Juta dan setelah kemudian datang lagi ke rumah memberi santunan sebesar 5 juta, lalu minta maaf, jadi total semua 8 Juta,” tutupnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Komisariat Universitas Negeri Makassar, mengatakan pihaknya akan terus mengawal kepentingan masyarakat hingga tak ada lagi warga yang merasa dirugikan dan kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Dari awal teman-teman HMI UNM komitmen mengawal peristiwa ini sampai pihak PLN memenuhi tanggung jawabnya. Masalah pidana, kami serahkan dan percayakan ke pihak kepolisian setempat,” ungkapnya.

“Yang jelas, HMI UNM akan memperjuangkan aspirasi-aspirasi keluarga korban sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan terzolimi,” tutupnya.

Baca juga :  GMPK Desak PLN Segera Atasi Permasalahan Listrik di Sumut

Juga dikabarkan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang diwakili UPT PLN Takalar mengunjungi keluarga korban di Dusun Dandre-dandre, Desa Maccini Baji, kecamatan Tanakeke, kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, (24/11/2020) lalu.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan oleh, Asisten Manager PLN Sulselbar, Agus Salim saat dihubungi wartawan Edunews.id, via Whatsapp, Sabtu (28/11/2020).

“Tanggal 24 november 2020 Manager PLN ULP Takalar sudah mengunjungi rumah duka dan diterima dengan baik oleh keluarga almarhum. PLN juga sejak awal kejadian koperatif didampingi stakeholder setempat, seperti pak Camat. Saya juga sudah ke Tanakeke sampai pulau Satangnga,” kata Agus.

Dirinya menjelaskan, kondisi di lapangan berbahaya dari binatang buas seperti ular dan rawan dari air laut pasang, dikarenakan, tiang listrik PLN berada di tengah-tengah hutan Mangrove.

“Kondisi lapangan memang, teman-teman juga sejak awal membenahi pekerjaan lapangan. Banyak tiang kami di tengah laut sehingga kesulitan,” jelasnya.

Dirinya berpesan, kepada masyarakat setempat agar berhati-hati beraktivitas pada malam hari di lokasi tersebut.

“Sebaiknya untuk aktivitas masyarakat pulau harus hati-hati saat melakukan di malam hari apalagi jaringan listrik di Tanakeke banyak di perarian Hutan Bakau, yang ketika surut airnya jaringan listrik jaraknya tinggi dan aman, ketika air pasang yang dikhawatirkan rendah jaringan,” pesannya

“Untuk itu tenaga pemeliharaan PLN tetap berupaya untuk memindahkan jaringan listrik yang rawan ketempat pematang yang baru dibuat oleh pemerintah,” lanjutnya.

Ia berharap, masyarakat segera melaporkan ke pihak PLN ketika melihat jaringan listrik yang dapat membahayakan warga setempat,sehingga kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan masyarakat bisa peduli ketika melihat jaringan listrik tidak aman dan membahayakan sekitarnya segera melapor kepada PLN terdekat serta terimakasih dukungan Stakekholder dan masyarakat pulau Tanakeke yang turut membantu menyiapkan transportasi sehingga pekerjaan bisa segera selesai. Dengan kondisi seperti ini diharapkan masyarakat lebih berhati-hati,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun oleh Redaksi Edunewa.id,  peristiwa tersebut berawal pada jam 6 pagi, korban keluar rumah mengecek empangnya (tambak ikan), namun tak seperti biasanya hingga magrib tiba, korban tak kunjung pulang dari empangnya. Pada jam 7 malam, keluarga korban hingga warga lainnya kumpul di dermaga untuk bersiap mencari korban di keramba hingga ia menemukan cahaya senter di tengah empang, ternyata almarhum Sangkala Daeng Rowa ditemukan warga dalam keadaan hangus dan meninggal dunia, diduga kuat karena tersengat listrik. Warga menilai kejadian tersebut disebabkan kelalaian pihak PLN.

Diketahui, Kelistrikan di Dusun Dandre-dandre, Desa Maccini Baji, kecamatan Tanakeke, kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, masuk dalam kawasan PLN kota Makassar.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com