DAERAH

Respon Dugaan Pemalsuan Suket Covid-19, KNPI Soppeng : Pung Aji.. Tolong Muncul ki

Direktur RSUD Latemmamala Watansoppeng, dr Nirwana.

WATANSOPPENG, EDUNEWS.ID – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) membuat surat terbuka merespon dugaan pemalsuan surat keterangan (suket) Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala, Kabupaten Watan Soppeng.

“Pung Aji….. Tolong Munculki dikhalayak umum memberikan klarifikasi tentang issu yang beredar ditataran elit lokal soppeng ‘Bahwa Direktur rumah sakit melakukan Pemalsuan dokumen surat keterangan covid ato lebih dikenal SUKET jumlahnya Lebih 100 suket’,” tulisnya.

Selain itu, video mantan Kepala Labskesda Soppeng, dr Mustakim juga dengan cepat beredar. Tampak, dirinya menelpon Direktur RSUD Latemmamala pasca mengetahui hal itu.

“Ini tidak bisa dimaafkan, ini pelanggaran hukum loh, dok. Tidak ada alasan, ini pelanggaran hukum , saya bisa lapor loh dok,” kata dr Mustakim.

Sayangnya, dr Mustakim juga belum memberikan respon ke awak media perihal kasus dugaan pemalsuan suker Covid-19.

Menjawab hal tersebut, Direktur RSUD Latemmamala Watansoppeng, dr Nirwana angkat bicara terkait dugaan pemalsuan surat keterangan Covid-19. Dirinya menilai, informasi yang beredar di jagat maya, terutama surat terbuka yang ditulis Sekretaris DPD KNPI Soppeng, Andi Akbar ada benarnya.

“Ada suratnya, sebagian benar, tapi tidak semua benar. Makanya saya diamkan saja. Berbicara tidak menyelesaikan masalah, jadi saya lebih baik diamkan saja,” kata dr Nirwana, Sabtu (20/3/2021).

Namun dr Nirwana tak merinci bagian-bagian mana saja yang dianggap keliru oleh Andi Akbar.

“Pada prinsipnya saya sudah sampaikan hal ini kepada pimpinan dan juga saya sampaikan juga ke gugus tugas dan mereka mengerti untuk dipergunakan seperti apa,” katanya.

Lagi-lagi, dr Nirwana enggan membeberkan alasannya menerbitkan suket Covid-19 palsu denhan dalih bukan konsumsi publik.

“Sebenarnya ada konsumsi publik dan ada juga bukan. Dalam hal itu, ada hal-hal yang memang menjadi kebijakan intern yang tidak boleh di konsumsi publik,” katanya.

Sebagaimana diketahui, isu terkait adanya penerbitan suket Covid-19 palsu pertama kali mencuat pasca Sekretaris DPD KNPI Soppeng, Andi Akbar menuliskan surat terbuka.

Lalu, disusul video mantan Kepala Labskesda Soppeng, dr Mustakim yang menelepon mengetahui perbuatan dr Nirwana. 

(trb)

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com