DAERAH

Sebut Organisasi Lingkungan Biang Kerok Keresahan Warga, Begini Penjelasan Lurah Kodingareng

Lurah Kodingareng, Ruslan Jufri

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pemerintah kelurahan Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan membenarkan surat yang beredar yang menyebut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) melakukan upaya aktifitas yang mengundang keresahan warga nelayan Kodingareng.

Hal tersebut disampaikan oleh lurah Kodingareng, Ruslan Jufri saat dikonfirmasi wartawan Edunews.id, Senin (31/08/2020).

“Iya betul ki,” katanya.

Dirinya mengaku mempunyai sejumlah bukti aktivitas Walhi saat berada di Pulau Kodingareng sehingga menyebabkan ketidaknyamanan masyarakat.

“Memang ada ajakan disitu, dan saya punya bukti video juga, orasi-orasinya. Dia mengajak disitu dengan memanfaatkan warga jadi saya menganggap bahwa dengan keberadaanya Walhi di sana kondisi agak terganggu,” ungkapnya.

Ruslan dirinya menganggap Walhi dengan mengumpulkan masyarakat dengan menyampaikan sesuatu, seharusnya meminta izin kepada kantor kelurahan setempat.

Baca juga :  Sumber Daya Kehutanan Masih Bermasalah

“Karena keberadaanya Walhi disana ini, seharusnya kan perlu juga adanya koordinasi dengan saya melalui persuratan, karena adanya tamu yang mengumpulkan masyarakat dengan memberikan opini-opini, saya menganggap bahwa dengan keberadaan Walhi di sana, memberikan orasi memutarkan video-video itukan sama saja dengan mencuci otak masyarakat di sana,” tuturnya.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan nelayan Kodingareng Mansyur Pasang alias Daeng Manre yang ditahan oleh pihak kepolisian telah mencabut kuasa hukumnya.

“Alhamdulillah. sudah agak aman. Sekarang ini Manre juga sudah mencabut surat kuasanya (dari Walhi),” ungkapnya.

Sementara itu, dirinya menuturkan belum ada tanggapan Penanggung Jawab (PJ) Walikota Makassar terkait aksi pemuda dan Mahasiswa Kodingareng yang menuntut Pemerintah Kota Makassar untuk menjalankan Peraturan Daerah (Perda) terkait bantuan hukum.

Baca juga :  Walhi Taruh Harapan Besar Terhadap Moeldoko

“Belum ada tanggapan dari pak PJ,” jawabnya.

Advertisement

Sebelumnya, dilansir dari salah satu media online kliksajasulsel.co, 30 Agustus 2020 diberitakan bahwa beredar surat Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar bernomor 80/KDG/VI/2020 yang meminta perhatian kepada Penanggung Jawab (Pj) Walikota Makassar. Dalam surat tersebut berisikan sejumlah poin poin terkait persoalan yang berada di pulau Kodingareng, yang berisi empat poin diantaranya, pertama, merujuk seringkali terjadi aksi unjuk rasa di Perairan Pulau Kodingareng Kecamatan Kepulauan Sangkarrang berkaitan dengan adanya penambangan pasir laut yang di lakukan oleh PT. Boskalis yang berdampak pada situasi yang tidak kondusif pada keamanan dan pemerintahan di Kelurahan Kodingareng Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

“Sehubungan poin satu tersebut di atas, dilaporkan perkembangan situasi sekarang ini semakin memanas di sisi Kantibmas, masyarakat lain resah akibat adanya LSM WALHI yang selalu mendampingi, mengajak dan menyuruh melakukan aksi-aksi yang sifatnya menggunakan warga yang ujung-ujungnya akan berbenturan dengan warga yang lain yang tidak menerima, dan hal tersebut nampaknya berujung pada situasi yang tidak kondusif,” bunyi poin kedua surat tersebut

Poin ketiga, dari permasalahan tersebut di atas perlu untuk meminalisir terjadinya gangguan Kamtibmas dan niat warga dan LSM WALHI dalam setiap aksi menggunakan warga dan perlu diwaspadai.

“Demikian untuk menjadi perhatian dan atensi dari kegiatan yang terjadi di Pulau Kodingareng,” tulis poin keempat dari surat tersebut.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com