DAERAH

Sumur Minyak Terbakar, Pertamina Pastikan Ada Pengeboran Ilegal

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kecelakaan penamban­gan minyak kembali terulang, kali ini terjadi ledakan sumur minyak di Aceh Timur. PT Pertamina (Persero) memastikan sumur tersebut bukan milik perusahaan.

Public Relation PT Pertamina EP, Roberth MV Dumatubun menegaskan ledakan tersebut bukan di sumur milik Pertamina. Dia menjelaskan, kejadian memang berada lingkungan dari Pertamina EP, namun sumur yang terbakar tersebut merupakan sumur pihak swasta.

Meski bukan sumur milik Pertamina dia menyatakan pihaknya bakal ikut melakukan berbagai proses penanganan. “Pertamina konsen pada pemadaman kebakaran dilokasi membantu Kerjasama Operasi (KSO) Kawai Energy dan melakukan evakuasi serta pertolongan pada korban,” tutur Robert kepada Rakyat Merdeka, kemarin (25/4/2018).

Baca juga :  Pertamina Bantah Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Miliknya

Sampai berita ini diturunkan Pertamina EP terus berkoordinasi dengan banyak pihak terkait termasuk BPBD Aceh, Kepolisian dan pemerintah daerah. “Kami diminta bantuannya,” ucapnya.

Dia memastikan ledakan ini diakibatkan oleh sumur minyak ilegal atau illegal drilling yang tidak sesuai prosedur keselamatan pengeboran sehingga menimbulkan ledakan. “Kita mengimbau agar illegal drilling tidak dilaksanakan lagi ini sangat bahaya,” terangnya.

Pertamina mengklaim bahwa jauh sebelum kejadian ledakan sudah pernah melakukan sosialisasi bahaya kegiatan illegal drilling. “Pertamina EP sudah melakukan sosialisasi bahayanya,” katanya.

Robert menyebut sebagai penanganan pertama Pertamina langsung mengerahkan tim Health, Safety, Environment (HSE), mobil pemadam, dan juga ambulance. Direktur Hulu Migas PTPertamina (Persero) Syamsu Alam juga membantah bahwa kebakaran yang terjadi di Aceh merupakan sumur pertamina.

Baca juga :  Pertamina dan DPR Bahas Penghapusan Premium dan Pertalite
Advertisement

Syamsu mengatakan, Pertamina ikut membantu penanganan karena lokasinya merupakan lokasi Pertamina EP. “Pertamina hanya membantu saja,” katanya. Saat ini pihak Pertamina dan Kementerian ESDM sudah mengirim tim untuk melakukan investigasi.

Hasil sementara dia menyimpulkan bahwa ledakan terjadi karena salah prosedur. “Saya belum dapat banyak laporan, tapi itu masyarakat yang melakukan pengobaran disana. Pertamina membantu memadamkan, bukan sumur Pertamina,” ujar Syamsu.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pertamina atas kejadian itu. “Pertamina dan Kementerian ESDM kirimkan tim untuk investigasi terhadap kejadian tersebut,” ujar dia.

Agung juga mengatakan sudah menerima laporan atas peristiwa tersebut. Dari laporan tim, ada delapan korban meninggal dan 40 korban mengalami luka-luka. Kementerian ESDM ber­harap kejadian itu cepat diatasi.

Namun, mengenai adanya dug­aan praktik pengeboran secara illegal, Agung menyerahkan itu ke penegak hukum untuk menyelesaikannya. “Intinya ini kewenangan aparat hukum terkait ilegal drilling,” kata dia.

Seperti diketahui, terjadi kebakaran sumur minyak di Kecamatan Ranto Peureulak Desa Pasir Putih tanggal 25 April 2018. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 02.05 WIB. Diduga karena percikan api pada saat seorang pekerja melakukan pengelasan pipa yang akan dimasukkan ke dalam sumur.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com