DAERAH

Vendor Bansos Covid-19 Ternyata Perusahaan Transportasi

Bansos Covid-19/Ilustrasi.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – PT Tiga Pilar Argo Utama salah satu vendor pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 ternyata perusahaan yang bergerak di bidang transportasi barang dan distribusi pupuk. 

Hal itu terungkap saat sidang lanjutan dugaan suap pengadaan bansos di Kemensos pada 2020 dengan agenda persidangan pemeriksaan terdakwa dari pihak swasta Ardian IM.

Dala persidangan, jaksa penuntut KPK mencecar Ardian yang merupakan Direktur Utama PT Tiga Pilar Argo Utama itu terkait perusahaannya. Ardian mengaku perusahaannya membidangi transportasi barang dan distribusi pupuk.

“Transportasi, distribusi pupuk,” ujar Ardian di pengadilan negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Ardian menyebut alasan PT Tiga Pilar Argo Utama dapat jatah vendor bansos karena waktu itu perusahaannya sedang bekerja sama dengan seorang wanita bernama Ria tentang pengadaan beras.

“Itu usaha beras milik Bu Ria Rita. Dia pemasok penyedia jasa di tahap sebelumnya, beras dan barang lainnya,” tutur Ardian.

Jaksa masih kurang puas dan menanyakan pernah atau tidaknya PT Tiga Pilar Argo Utama mengerjakan pengadaan sembako.

“Tidak,” kata Ardian.

Ardian lalu membawa Ria ke pihak swasta Helmi Rifai. Helmi merupakan orang yang membantu Ardian untuk mendapatkan proyek pengadaan sembako di Kemensos.

“Saya perkenalkan bahwa Bu Ria sudah siapkan barang-barangnya,” kata Ardian.

Saat ditanyai lebih lanjut, usai terpilih jadi vendor bansos, Ardian menyiapkan penggilingan beras di Kabupaten Serang.

“Kami awalnya menyiapkan penggilingan beras di Serang,” katanya.

Baca juga :  KPK Tangkap Enam Orang OTT Bansos Covid-19

Jaksa kembali mengonfirmasi kepada Ardian kenapa bisa menyuruh orang lain untuk menjadi vendor. Padahal seharusnya perusahaan Ardian sendiri yang melakukan pengadaan barang bukan dari orang lain.

Ardian pun menjawab karena alasan pandemi, dan memilih Ria untuk pengadaan sembako untuk perusahaannya dihalalkan demi menyelamatkan kantor.

“Apapun peluang bisnis diambil,” katanya.

Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara senilai Rp1,95 miliar terkait penunjukkan perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19.

Selain menyuap Juliari, Harry juga didakwa menyuap dua anak buah Juliari yaitu Adi Wahyono selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19 COVID-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos bulan Oktober-Desember 2020 dan Matheus Joko Santoso selaku PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos bulan April-Oktober 2020.

okz

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com