EDUNEWS

Daya Tampung PTN Terbatas, Unair Jalin Kerjasama Dengan Penyalur Pendidikan Luar Negeri

SURABAYA, EDUNEWS.ID – Terbatasnya daya tampung Perguruan Tinggi Negeri (PTN) membuat pendidikan di luar negeri menjadi alternatif. Peluang ini membuat lembaga penyalur pendidikan luar negeri gencar mengenalkan pendidikan dan beasiswa sekolah lanjutan di luar negeri.

Humas Univeraitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menjelaskan PTN di Indonesia hanya mampu menampung 20 persen dari jumlah lulusan SMA dan SMK.

Untuk itu pihaknya sedang bermitra dengan lembaga penyalur pendidikan luar negeri untuk alternatif pendidikan.

“Bagi Unair, ini sekaligus sosialisasi pada sekolah agar bisa lebih mengenal Unair dan memasok SNMPTN yang tinggi dengan sosialisasi ini,” jelasnya, Selasa (13/9/2016).

Dengan demikian pihaknya juga bisa lebih dekat dengan siswa dan menjelaskan kuliah di Unair yang dianggap mahal, padahal tidak.

Baca juga :  Ini Kesimpulan Mengejutkan Ilmuwan Soal Tragedi WTC

“Kami juga memperluas jaringan dengan universitas dari beragam negara untuk bisa menyalurkan lulusan kami dalam melanjutkan studi S2 atau S3,” paparnya.

Sedang Owner Prime Unair, Doddy Primanda menjelaskan lembaganya menyalurkan calon mahasiswa ke negara dan universitas yang diinginkan.

Mulai dari pendaftaran, seleksi, tempat tinggal, cara bersosialisasi dan pemenuhan kebutuhan di dampingi oleh pihaknya hingga mandiri.

“Kami bukan agen suatu negara. Sehingga para siswa lebih bebas memilih kampus di luar negeri sesuai keinginan mereka,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih tertinggal dalam jumlah sunber daya manusia yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Melalui info yang berimbang tanpa menitikberatkan pada satu negara, diharapkan para siswa bisa memilih perguruan tinggi yang diinginkan.

Baca juga :  Mau Beasiswa S2 Bidang Teknik di Denmark ?! Cek Infonya!

“Minimal kami bisa mengirim 50 siswa ke luar negeri, tetapi ada beragam syaratnya. Beasiswa juga bisa kami carikan kalau nilai rapor dan ujian nasionalnya rata-rata 85,”terangnya.

Selama setahun prime telah memberangkatkan 200 sampai 300 siswa ke luar negeri. Pemilihan negara tujuan bisa dikonsultasikan, seperti subsidi kuliah yang disediakan sejumlah negara. Ia mencontohkan di Prancis subsidi PTNnya mencapai 98 persen, bahkan Jerman 100 persen.

“Di China subsidi tidak ada, tetapi beasiswa dan model kuliahnya hampir sama dengan indonesia. Jadi adaptasinya lebih mudah,” ungkapnya.

Kepala SMAN 2, Kasnoko berujar tren siswanya memang lebih banyak ke PTN yang berada di Surabaya. Seperti di Unair yang untuk SBMPTN saja mencapai 100 anak yang diterima. Sedangkan untuk pendidikan ke luar negeri biasanya hanya 3 sampai 4 anak.

Baca juga :  Setnov Ikut Khawatir Full Day School Mematikan Madrasah Diniyah

“Biasanya yang memilih ke luar negeri itu yang sudah ada pengalaman di sana atau orang tua juga tinggal di sana,”lanjutnya.

Tingginya biaya pendidikan luar negeri dana belum adanya jaminan tempat tinggal dan pendidikan menurutnya turut memengaruhi minat siswa.

Padahal menurutnya pendidikan di luar negeri bisa memberikan pembelajaran budaya yang lebih maju.

“Peningkatan kualitas siswa agar bisa bersaing masuk perguruan tinggi manapun baik nasional ataupun di luar negeri kami lakukan dengan menjajaki kerjasama dengan lembaga kursus bahasa asing,”tegasnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com