EDUNEWS

Dievaluasi Kemristek Dikti, UKDM Akan Ditutup?

MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Tim evaluasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bermasalah dari Kemenristek Dikti melakukan inspeksi ke Universitas Karya Darma Makassar (UKDM), Jl WR Supratman No 2, Selasa lalu.

Tim Evaluasi PTS Kemenristek dikti ini memanggil pimpinan Universitas hingga pimpinan Fakultas untuk dimintai keterangan. Sebelumnya, kampus ini menggelar wisuda tanpa ada izin dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Dalam inspeksi Kemenristek Dikti ini, Dikti menyebut tiga hal temuan setelah kunjungan di kampus Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM). Temuan tersebut diungkapkan Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik Kemenristek Dikti Prof Dr Supriadi Rustad MSi dalam jumpa pers dengan wartawan.

“Temuan pertama, UKDM tidak memiliki data tentang dosen, staf pegawai, mahasiswa dan kegiatan-kegiatan universitas dalam bentuk dokumen,” kata Prof Supriadi Rustad yang pernah menjadi Koordinator Kopertis Wilayah IX ini.

Temuan kedua, proses perkuliahan di UKDM tidak standar dan jauh dari kata layak karena rasio dosen dan mahasiswa tidak jelas, serta mahasiswa UKDM tidak memiliki nomor stambuk. “Coba bayangkan seorang mahasiswa tidak memiliki stambuk,” ujarnya.

Dan temuan ketiga dan dinilai sangat memalukan dunia akademik, kata salah satu anggota tim, Prof Dr Engkus Kuswanto, adalah skripsi mahasiswa yang diperiksa secara acak adalah hasil plagiat.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih MP mengungkapkan bahwa UKDM tidak memiliki mahasiswa, dosen dan staf yang jelas.

“Hasil dari tim evaluasi menunjukkan bahwa tidak ada lagi, mahasiswa, dosen yang harus diselamatkan karena di atas kertas mereka tidak bisa perlihatkan” kata Prof Niar.

Prof Niar bercerita bahwa pernah ada sekitar 20 orang yang mengatasnamakan mahasiswa UKDM mendatangi kantor Kopertis untuk dialog namun saat diperiksa kartu mahasiswa hanya ada satu orang yang punya.

“Pernah kami didatangi 20 an mahasiswa, lalu kami terima dengan syarat perlihatkan kartu mahasiswa dan ternyata hanya ada satu orang yang punya itupun masih UVRI” tutur Prof Niar.

Jadi tak bisa dipastikan mereka tidak punya nomor induk mahasiswa. Adapula ditemukan mahasiswa yang baru enam bulan kuliah sudah ikut wisuda Mei lalu.

“Jadi tidak ada lagi yang bisa diselamatkan disana karena tidak ada mahasiswanya, hasil evaluasi ini akan menjadi acuan terbitnya SK Penutupan,” tegas Prof Niar.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!