EDUNEWS

Duh, SMA Negeri 3 Siantar Terima Siswa ‘Siluman’

SIANTAR, EDUNEWS.ID – Informasi mengenai adanya praktik siswa siluman di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Siantar ternyata benar. Siswa siluman tersebut adalah siswa yang tidak terdaftar saat pengumuman seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di beberapa SMA Negeri Kota Siantar.

Namun, sekitar satu bulan setelah PPDB, siswa siluman kemudian terdaftar sebagai siswa baru di sekolah tersebut sebagai siswa kelas IX. Siswa itu belajar seperti biasanya siswa-siswi lainnya. Tetapi ketinggalan pelajaran setelah masuk sebagai siswa baru tahun ajaran 2016/2017.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMAN 3 Siantar, Hinsa Simatupang tidak menampik hal tersebut. Ia menerangkan, bahwa ada 12 siswa/siswi siluman di sekolah yang dipimpinnya.

Baca juga :  Kemendikbud Apresiasi Peran Masyarakat Dalam Peningkatan Mutu PAUD

“Iya betul memang ada (siswa/i siluman). Sebetulnya, sudah ada sebulan ini saya tolak. Tapi, gimana terus dipaksa. Awalnya saya sudah tak mau ada gini-gini. Terakhir saya terimalah, itupun terpaksa, hati saya bilang sebetulnya tolak,” ujar Hinsa, Selasa (13/9/2016)

Lanjutnya, menurut petunjuk teknis (juknis) PPDB Siantar tahun ajaran 2016/2017 menyebutkan kalau tidak diperbolehkan adanya siswa/siswi siluman di sekolah negeri. Ia sempat bersikeras tetap pada juknis tersebut. Namun akhirnya tekadnya tergoyang akibat paksaan.

“Kalaus udah gini, lebih baguslah saya jadi guru biasa. Satu tahun laginya saya pensiun. Sudah saya tekadkan itu gak mau gini-gini. Sempat saya diamkan sebulan ini semua. Tapi saya terima terakhirnya. Kalau sudah gini, mau bilang apa lagi lah sa,” kata Hinsa.

Baca juga :  SMI Dan LBH Jogja Dirikan Posko Darurat Bongkar Aparat

Dia juga menepis kabar yang beredar yang mengatakan bahwa ia menerima uang atas masuknya beberapa siswa-siswi siluman itu. Karena siswa-siswi siluman tersebut adalah siswa-siswi dari keluarga tidak mampu (miskin).

“Bagaimana lah dibilang dapat uang dari sini. Yang masuk ini saja dari keluarga tidak mampu. Siswa-siswi (siluman) ini rata-rata tidak mau kalau tidak sekolah di sekolah negeri. Ya gimanalah, kita terimalah walaupun sebetulnya hati memilih menolak. Mereka ada surat keterangan tidak mampu dari pihak kelurahan setempat dan ada juga yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” ujarnya.

Ia tidak luput memperlihatkan bukti dari siswa/i siluman dari keluarga tidak mampu itu. Dari bukti itu tampak ada beberapa siswa berasal dari SMP luar Kota Siantar, bahkan ada satu siswa yang dari SMP luar Provinsi Sumater Utara.

Baca juga :  Implementasikan Peraturan Mendikbud, Ruandu Foundation Gelar Kampanye Sekolah Kawasan Bebas Rokok

Ke 12 siswa-siswi itu melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan yang seluruhnya dari kelurahan dalam Kota Siantar.

“Yang 12 siswa/siswi ini melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Ada juga dua siswa yang ikut melampirkan foto copy KKS,” ucap Hinsa.

 

 

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!