EDUNEWS

Gara-gara BPMU, Ratusan Kepsek Demo di Bandung

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID-Ratusan kepala sekolah (kepsek) swasta yang tergabung dalam Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jabar menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Senin (5/11/2018). Mereka menuntut agar dana Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) segera disalurkan.

Dalam aksinya, massa menggelar berbagai spanduk dan berorasi. Mereka, mendesak agar bisa berudensi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

“Kami mendesak agar BPMU segera disalurkan. Karena tahun sebelumnya lancar tapi sekarang jadi tidak lancar,” ujar Komandan Lapangan Aksi, Ade Hendrian yang juga menjabat Kepala SMA Guna Dharma Kota Bandung, kepada wartawan.

Ade yang menjabat Kepala SMA Guna Dharma Kota Bandung menyatakan, dana BPMU seharusnya November 2018 sudah cair karena ini telah masuk semester kedua. “Untuk semester kedua ini kan hitungannya antara Juli hingga Desember 2018. Sedangkan semester satu hitungannya adalah pada Januari hingga Juni 2018,” katanya.

Akan tetapi, lanjut dia, dari hasil audensi anggaran tersebut tidak cair. Permasalahannya, menurut pengakuan dinas pendidikan karena anggarannya dialokasikan tidak sesuai jumlahnya yakni anggaran Juli hingga Desember 2018 hanya disetujui sebesar Rp 350 miliar. Padahal, kata dia, seharusnya dialokasikan Rp 690 miliar dan sisanya, seharusnya dianggarkan di APBD Perubahan 2018.

“Namun setelah di APBD Perubahan 2018 yang muncul Rp 30 miliar. Kenapa Rp 30 miliar, karena 2018 ini ada agenda besar jadi kemungkinan dana hibah BPMU menjadi cengcelengan (tabungan). Kalau ada kegiatan dana BPMU diambil dulu sehingga bukan diprioritaskan dibayar,” katanya.

Dia mengemukakan, yang menjadi pertanyaan kenapa Pemprov Jabar bisa mengambil pos dana BPMU untuk agenda besar. Namun, untuk BPMU tidak bisa mengambil dari anggaran pos yang lain.

“Ya kami tidak melibatkan Gubernur Emil karena dia baru dilantik dan yang menyentuh pemimpin sebelumnya kan anggaran 2018 itu dibahas 2017,” katanya.

Dia menjelaskan, setiap siswa mendapatkan BPMU tersebut jumlahnya berbeda-beda yakni ada yang Rp 350 ribu per siswa per semester, kemudian sekolah yang di kabupaten ada yang menerima Rp 250 ribu per siswa tergantung letak lokasinya.

“Sehingga kami menghitung semester dua yang didapat Rp 30 miliar dibagi jumlah siswa MA, SMA dan SMK dari 4.725 sekolah dengan jumlah siswa 1,2 juta siswa itu Rp 30 miliar harus dibagikan dapat berapa,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, keterlambatan dana BPMU ini cair berdampak pada proses belajar mengajar karena salah satunya dialokasikan untuk membayar honor guru dan karyawan.

“Sekolah banyak yang digratiskan. Siswa tidak mampu yang tidak tertampung di negeri di tampung di swasta. Dengan iming-iming ada dana BOS dan BPMU,” kata Ade. (rep)

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!