EDUNEWS

Hebat, Mahasiswa UNHAS Terapkan Alat Destilasi Pengolahan Air Laut Jadi Air Tawar

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Mahasiswa Jurusan Perikanan dan Teknik Elektro Universitas Hasanuddin (UNHAS) membuat alat destilasi Pengolah air laut.

Alat yang diterapkan di Pulau Bontosua, Mattiro Bone, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan ini bekerja dengan menggunakan bantuan sinar matahari.

Program ini menjadi salah satu judul Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang berhasil lolos pendanaan tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti.

PKM yang dibuat oleh lima mahasiswa dari jurusan perikanan dan teknik ini, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Muh. Chaidir Rezky, St. Hardiyanti Rachman, Lestari permatasari dan Moh. Akbar Abdul Haseng.

Alat yang destilasi in bekerja dengan sistem penyulingan, yaitu air asin yang tertampung didalam kaca destilator, akan menguap dengan menghasilkan air tawar dengan kualitas layak konsumsi.

Baca juga :  PGSD Universitas Negeri Padang Resmi Jadi Tuan Rumah PPDN 2018

“Pengembangan alat ini sendiri telah ada dan banyak dikembangkan namun penerapannya belum merata kesetiap daerah, terutama ke daerah yang benar -benar membutuhkan. Seperti di Pulau Bontosua ini, sumur warga terasa payau dan terkadang berbau, sehigga warga menambung air hujan dan mengandalkan air dari makassar, untuk kebutuhan sehari-hari”.kata chaidir salah satu anggota tim.

“Kami berharap alat ini bisa menjadi solusi dari air payau dipulau bontosua ini, mengingat pentingnya kebutuhan air “lanjut chaidir.

Kedatangan Mahasiswa TIM PKM ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Masyarakat sangat antusias saat kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Teknologi Pengolahan air dengan proses destilasi tersebut dilaksanakan. Merekapun sangat puas dengan hasil air yang telah di proses dari teknologi.

Baca juga :  Kosmetik dari Belimbing ala Universitas Indonesia

“Alat Ini sangat bermanfaat untuk mengatasi kekurangan air bersih dan peningkatan kualitas air yang lebih baik khususnya pada musim kemarau, harapan saya dengan penerapan alat ini masyarakat dapat melakukan pengembangan dengan alokasi dan desa” kata Rusdi kepala desa Bontosua

(chadir)

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!