Inovasi

Kemenristekdikti akan Kembangkan Riset Nuklir untuk Energi

Menristekdikti, M Nasir saat kunjungan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) di Pantai Baru, Pandansimo, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Sabtu (15/4/2017).

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Indonesia memiliki tiga reaktor nuklir di tiga kota, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Tangerang. Tiga reaktor nukilir tersebut untuk keperluan riset pengan dan kesehatan. Selama 55 tahun tersebut, dinilai sudah memiliki pengalaman mengelola reaktor nuklir.

Oleh karena itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ingin mengembangkan riset nuklir lebih jauh di bidang energi.

‘Kita punya pengalaman hampir 55 tahun (mengelola reaktor nuklir). Artinya kita punya keahlian di bidang ini,” kata Menristekdikti, M Nasir sesuai kunjungan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) di Pantai Baru, Pandansimo, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Nasir, dengan segudang pengalaman yang dimiliki itu riset nuklir yang akan dikembangkan untuk keperluan energi bukan untuk keperluan komersial.

Baca juga :  Intip Tiga Profesor Riset Baru LIPI

“Orang mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir membahayakan. Sementara dunia sekarang sudah mengarah ke arah sana (membangun PLTN-red),” katanya.

Advertisement

Dia mencontohkan negera Uni Emirat Arab yang dikenal kaya minyak bumi, namun sekarang negara tersebut mulai mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ini menunjukkan jika penggunaan PLTN untuk mencukupi kebutuhan listrik itu aman.

“Teknologi ini sudah maju. Sudah sampai ke generasi empat. Yang kasus Fukushima yang ada bencana itu masih generasi satu,” katanya.

Menurut dia hal itu berbeda dengan generasi pertama, reaktor nuklir generasi keempat diklaim aman digunakan. Jika ada masalah di reaktor, secara otomatis reaktor mati.

“Generasi empat itu kalau ada masalah (bencana) shut down otomatis. Makanya kami sekarang ingin meningkatkan riset (nuklir) untuk keperluan energi, mudah-mudahan bisa berjalan,” pungkas dia.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com