Inovasi

Ramah Lingkungan, Dunia di Ambang Revolusi Mobil Listrik

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Perubahan besar bakal terjadi di industri otomotif setelah negara-negara maju, seperti Inggris dan Prancis, memastikan akan melarang penggunaan bahan bakar mesin pada tahun 2040. Bahkan, sejumlah produsen kendaraan sudah mengalihkan produksinya ke mobil listrik.

Produsen mobil Tesla, misalnya, mengumumkan telah memproduksi massal mobil listrik Model 3 serta akan mengirimnya ke pelanggan pada akhir bulan ini. Kemudian, Volvo juga mengumumkan bahwa setiap mobil yang diproduksinya akan dipasangi baterai pada tahun 2019, menempatkan Volvo di garis depan produsen mobil utama bertenaga listrik.

Sebelumnya, Inggris mengumumkan akan melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin pada tahun 2040.

“Hari ini kami konfirmasikan bahwa kami bersungguh-sungguh akan menyetop penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel serta menghentikan penjualan BBM itu untuk kendaraan pada 2040 nanti,” tegas Menteri Lingkungan Hidup Inggris, Michael Gove, Rabu (26/7/2017).

Bloomberg NEF mewartakan meskipun kendaraan listrik saat ini hanya bagian kecil dari pasar mobil, komposisi itu bisa berubah sekitar tahun 2025–2030. Setelah itu, penjualan mobil listrik diperkirakan meningkat dengan cepat. Diperkirakan, mobil listrik akan mencapai 54 persen dari seluruh penjualan mobil secara global pada 2040.

Kondisi itu merupakan peningkatan pesat dari perkiraan tahun lalu yang menyatakan kendaraan listrik hanya menyumbang 35 persen dari seluruh penjualan. Direktur Keuangan Ford Motor Company, Robert Shanks, meyakini Inggris dan negara-negara di kawasan itu bisa menjadi ground zero atau titik tolak tren kendaraan listrik.

“Eropa bisa mempelopori tren penggunaan mobil listrik. Kami menilai program ini layak dijalankan dan akan kami dukung,” katanya.

Sementara itu, pakar industri otomotif dari Aston University, David Bailey, mengatakan waktu transisi yang ditetapkan dalam regulasi baru ini relatif lama. Bailey menilai jika aturan ini segera diberlakukan, dorongan bagi produsen dan konsumen di Eropa untuk mempercepat transisi ke mobil listrik atau kendaraan ramah lingkungan bakal kian kuat dan cepat.

“Cukup untuk mempertimbangkan tenggat waktu ini secara serius,” ujarnya.

Pergeseran ke kendaraan listrik diperkirakan akan mengganggu industri bahan bakar fosil. Sebab, diperkirkan pada 2040 nanti sebanyak 530 juta mobil listrik akan berada di jalan raya.

“Keberadaan mobil listrik pada 2040 itu akan mengurangi pasokan minyak sekitar delapan juta barel,” tulis Brian Kahn, di climatecentral.org.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!