EDUNEWS

Ironis, Sistem Online PPDB SMA di Sulsel Tolak Lulusan SLB

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID- Sistem penerimaan SMA/Reguler di Sulawesi Selatan ditengarai tidak mengakomodir siswa lulusan SMP Luar Biasa (SLB) yang merupakan siswa Difabel.

Seperti yang dialami oleh dua siswi lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) A Yapti Makassar bernama Nabila Ananda dan Andi Nabila Dizzah Sweetha, saat hendak mendaftar secara online melalui situs http://epanritasulselprov.go.id, rupanya sistem tidak mengenal identitas keduanya.

Ketua DPD Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Selatan, Kasmir Padallingan mengungkapkan, akibatnya  kedua siswa tersebut tidak bisa mendaftar, karena data mereka tidak ada dalam sistem.

Kasmir mengatakan, persoalan tidak adanya data siswa berkebutuhan khusus alumni SMP LB dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bukanlah persoalan baru di Makassar. Hal ini sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu, tepatnya pada 2016 dan 2017.

Menurutnya, saat itu tak ada satu pun difabel netra yang sebelumnya bersekolah di SMPLB mampu bersekolah di SMA Negeri di Makassar karena mereka tidak bisa mendaftar.

Sebenarnya Kasmir sudah mengingatkan jauh sebelum PPDB SMA/SMK 2018 ini dimulai. Ia mengaku sudah menyampaikan permasalahan ini ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi, sepertinya, apa yang disampaikan Pertuni tidak membawa perubahan.

“Tahun ini, kejadian serupa kembali terjadi,” ujar Kasmir di Makassar, Ahad (24/6/2018). 

Atas persoalan yang dialami dua siswi itu, Kasmir pun terpaksa mengkonfirmasi langsung pihak Dinas Pendidikan Sulsel pada Jumat, 22 Juni 2018, kemarin. 

Hanya saja, keluarga Andi Nabila dan pengurus Pertuni Sulsel diterima oleh salah staf dinas ini bernama Thalib.

Thalib kemudian menyarankan agar kedua siswi tersebut langsung saja menuju sekolah yang ingin mereka tempati mendaftar dengan melakukan pendaftaran secara manual.

Tapi, kata Kasmir, pihaknya tidak begitu saja percaya hingga meminta tanda bukti kepada Thalib, yang bisa dijadikan penguat jika nantinya kedua siswa difabel netra ini menuju sekolah dan melakukan pendaftaran manual.

“Setahu saya tidak ada itu pendaftaran manual. Semua pendaftaran penerimaan siswa baru untuk tingkat SMA/SMK dilakukan secara online, ” kata Kasmir.

Menurutnya, Thalib tidak bisa memberikan bukti apapun. Ia malah menyarankan agar mereka menghubungi dirinya jika nantinya kedua siswi tersebut dipersulit.

Tidak puas, Kasmir dan pengurusnya kemudian menemui Askar, staf yang menangani sistem PPDB.

Askar kemudian berinisiatif untuk memberi nomor alternatif untuk digunakan login untuk Nabila Ananda dan Andi Nabila Dezzah Sweetha. Namun nomor yang diberikan juga tidak dibisa digunakan untuk login

Kasmir juga membeberkan bila sulit menghubungi nomor seluler yang diberikan oleh Askar.

Kasmir juga kemudian menghubungi Herman, staf yang juga menangani sistem PPDB. Tapi jawaban yang dia peroleh seperti ini: 

“Sabar maki saja. dan sebaiknya kita komunikasi saja dengan pak Askar, karena dia yang janjiki kemarin kalau bisa dipake login itu nomor”.

 

sumber : portalmakassar

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!