EDUNEWS

Jaga Mutu Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, AMIK Imelda Gelar Seminar Nasional

Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Imelda Medan menggelar Seminar Nasional Teknologi Informasi Komputer dan Sains (SINTAKS) 2019 dilaksanakan di Aula Yayasan Pendidikan Imelda, Sabtu (3/8/2019).

MEDAN, EDUNEWS.ID – Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Imelda Medan menggelar Seminar Nasional Teknologi Informasi Komputer dan Sains (SINTAKS) 2019 dilaksanakan di Aula Yayasan Pendidikan Imelda, Sabtu (3/8/2019).

Seminar Nasional dengan mengambil tema Inovasi Teknologi Berkelanjutan Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Mendukung Percepatan Tujuan Pembangunan Nasional dengan menghadirkan tiga pembicara, Dr. dr. Imelda Liana Ritonga, S.Kp., M.Pd., MN (Stikes Imelda Medan), Drs. Sriadhi, M.Pd., M.Kom., PhD (Universitas Negeri Medan), Dr. Zakarias Situmorang, MT (Universitas Katolik St. Thomas Medan) dan Moderator Dr. Janner Simarmata, S.T., M.Kom (Universitas Negeri Medan / CEO Kita Menulis) Dr. dr. Imelda Liana Ritonga, S.Kp., M.Pd., MN mewakili Yayasan Pendidikan Imelda dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan seminar nasional merupakan hal yang penting demi eksistensi mahasiswa dan institusi dem mewujudkan suasana akademik.

“Karena melalui kegiatan seminar ini, dosen maupun mahasiswa dapat menampilkan dan mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya,” ucapnya.

Baca juga :  Ribuan Mahasiswa Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba

Imelda berharap agar para dosen dan mahasiswa dapat meningkatkan perhatian dan peka terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.
“Untuk mendapatkan produk informasi dan inovasi yang terpercaya, perlu penelitian dan pengembangan kesehatan yang terjaga mutunya, baik secara ilmiah maupun secara etik. Produk informasi dan inovasi tersebut juga berguna bagi pengambilan keputusan berbasis bukti,” tutupnya sekaligus membuka seminar secara resmi.

Dalam laporannya Ketua Panitia Mamed Rofendi Manalu, M.Kom yang juga Direktur Amik Imelda memaparkan tentang kegiatan Seminar Nasional yang diikuti sekitar 160 orang peserta dan pemakalah dari berbagai institusi di Indonesia.

Sedangkan keseluruhan institusi yang mengikuti seminar ini ada 24, yaitu AMIK Imelda, Stikes Imelda, Univeritas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Katolik santo Thomas medan, Universitas Dehasen Bengkulu, STIKES Maranata Kupang, STIKES Pekan Baru Medical Center. STIKES RS Haji Medan, STMIK Budidarma Medan, STMIK Logika, Universitas Potensi Utama, Politeknik Ganesha, STIKES Elisabeth Medan, AKPER Colombia Asia, AKPER Kesdam Siantar, INKES Sumut, AKPER Wirahusada, AKBID Hafsyah, STIKES Flora, STIKES Nauli Husada Sibolga, AMIK STIEKOM, Universitas Islam Sumatera Utara.

Baca juga :  Pencabutan Moratorium Prodi Kedokteran Akan Timbulkan Banyak Masalah

“Mamed Rofendi Manalu mengatakan terimakasih banyak atas partisipasi dan dukungan para pendukung kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Imelda, Yayasan Kita Menulis, Amik Imelda, Stikes Ilmelda, Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Stmik Logika, dan Stikes Siti Hajar Medan,” tutupnya.

Drs. Sriadhi, M.Pd., M.Kom., PhD dalam paparannya yang berjudul Tantangan Dunia Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0, menyampaikan mahasiswa dan dosen harus mengikuti kompetensi inti yang sesuai dengan kebutuhan industri 4.0.
“Revolusi Pendidikan tinggi saat ini, berorientasi ke luar melayani masyarakat (mutu kehidupan) dan industri (daya saing) serta memenuhi kebutuhan para peserta didik (standar kehidupan),” pungkasnya

Dosen diperguruan tinggi harus menguasai proses pembelajaran modern yang banyak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta mendukung revolusi industri4.0

Baca juga :  Unpas Dorong Mahasiswa Keluar dari Zona Nyaman

Dr. Zakarias Situmorang, MT dalam paparannya yang berjudul Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Bidang Kesehatan mengatakan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika telah mempercepat penyediaan jaringan dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung, antara lain pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine).
“Saat ini, Rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas atau secara elektronik,” ucap Zakarias dan ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No 269/2008 tentang Rekam Medis.

Diawal pembukaan para peserta disajikan dengan tari-tarian daerah Nias yang dibawakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Amik Imelda dan pada penutupan seminar, panitia mengumumkan nama-nama 10 Paper Terbaik dan 10 Pemakalah terbaik dan foto-foto bersama. (rilis/js)

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!