Kampus

2017, Setiap Guru Besar Wajib Bikin Publikasi Internasional

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Mulai tahun 2017, setiap guru besar wajib membuat satu publikasi internasional per tahun. Kebijakan tersebut dikeluarkan karena saat ini jumlah publikasi internasional yang dihasilkan peneliti Tanah Air jumlahnya masih rendah jika dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya. Indonesia menempati posisi keempat setelah Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Kita punya sekira 6.000 guru besar dan 31 ribu lektor kepala yang nantinya akan jadi profesor. Nanti untuk guru besar setiap tahun wajib hasilkan satu publikasi internasional. Sedangkan lektor kepala kewajibannya dua tahun sekali,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir, Selasa (6/12/2016).

Advertisement

Nasir menambahkan, di sisi lain setiap guru besar telah menikmati tunjangan kinerja dan tunjangan kehormatan. Namun terkait pencabutan tunjangan bagi guru besar yang tidak produktif mengeluarkan publikasi masih dibicarakan lebih lanjut.
Sementara Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemristekdikti, Muhammad Dimyati mengatakan, saat ini jumlah publikasi internasional telah melampaui target yang ditetapkan.

“Dari target 6.250 publikasi terindeks yang ditargetkan sekarang per 5 Desember telah mencapai 9.012 publikasi. Ini merupakan kerja keras peneneliti yang didorong oleh pemerintah,” pungkasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com