Kampus

Akses Informasi Pasar Ekspor, Kunci memenangkan persaingan industri Kuningan desa Tumang

BOYOLALI, EDUNEWS.ID – Akses informasi pasar memiliki peran strategis bagi para pelaku UKM Kuningan di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali dalam memasarkan produk di Pasar Global. 

Keberadaan dan eksistensi pelaku UKM Kuningan di Desa Tumang sampai saat ini masih memiliki eksistensi yang cukup tinggi yang bisa dilihat dari banyaknya industri tersebut di sekitar desa Tumang. 

Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan trend pasar Global keberadaan pelaku industry tersebut makin menurun. Produk yang dihasilkan dari bahan kuningan dari desa Tumang merupakan produk yang khas (iconic) sehingga membutuhkan sentuhan-sentuhan khusus dalam menciptakan inovasi dan diferensiasi di tengah persaingan produk dari China dan Vietnam. Hadir dalam kegiatan tersebut para pelaku UKM industri kuningan sejumlah 90 orang.

Menyadari persaingan yang semakin ketat pelaku para pelaku UKM industri kuningan harus membuka diri untuk melakukan kolaborasi bisnis sesama para pelaku tersebut. 

Dalam pemaparannya Dr. Nuryakin. MM Dosen Program studi Magister Manajemen UMY menyampaikan bahwa penting sekali meningkatkan akses informasi pasar ekspor melalui kolaborasi jejaring bisnis, baik internal maupun eksternal, dengan kolaborasi akan dapat mendukung era kompetisi industri 4.0 ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat. 

“Penting juga bagi mereka untuk melakukan pembenahan tata kelola UKM Tumang dari sisi SDM (pengelola, pemilik dan juga regenerasi dari anak muda dalam keberlanjutan usaha kerajinan Kuningan melalui training dan pendidikan), bidang produksi (kualitas bahan, teknologi pendukung proses produksi, inovasi produk berbasis kearifan local, penciptaan Paten), bidang keuangan (tata kelola keuangan, standarisasi harga antar kelompok pengrajin melalui kerjasama dan klasterisasi), dan bidang marketing (peningkatan akses pemasaran online melalui digital marketing dan dalam membangun networking bisnis),” ujar Nuryakin, Senin, (25/3/2019) bertempat di Balai desa Tumang, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali.

Pada kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga menghadirkan praktisi Bapak Roy Wibisino Anang Prabowo, S.Si selaku CEO PT. Nuanza Porcelain Indonesia. 

Bapak Roy berbagi pengalaman tentang akses pasar ekspor yang telah ia lakukan dalam membangun bisnisnya melalui focus dan komitmen pada 4 bidang manajemen, yaitu : pemasaran, SDM, Inovasi dan aspek keuangan. 

“Empat bidang tersebut harus dilakukan secara serius dan tanpa mengenal lelah,” kata Roy. 

Penting bagi pelaku pasar eksport dalam melakukan kolaborasi bisnis sehingga dapat mendukung di era kompetisi industri.

Kegiatan pengabdian tersebut juga sebagai upaya menjalin keberlanjutan program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan stakeholders yang dalam hal ini Pemerintah Desa Tumang dan Pengrajin Kuningan Tumang-Cepogo Boyolali. 

Kepala desa Tumang Bapak Mawardi menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelaku UKM industry kuningan dalam mengakses pasar eksport juga pentingnya melakukan kolaborasi bisnis sesama pelaku UKM kuningan melalui pola klasterisasi.

 

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!