Kampus

Di Tengah Pandemi Covid-19, Dosen dan Mahasiswa Harus Interaktif dalam Kuliah Online

ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pandemi virus corona baru (Covid-19) mengubah pola pendidikan. Pasalnya, pola pendidikan secara jarak jauh diterapkan. Selain jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan jarak jauh (PJJ) juga dijalankan oleh dunia pendidikan tinggi melalui kuliah online atau dalam jaringan (daring).

“Kondisi tersebut (kuliah daring) hendaknya disikapi dengan tepat,” kata Direktur Nurani Institute Indonesia Nurhidaya dalam Webinar Nasional bertema Kuliah Online, Peluang dan Tantangan, yang digelar atas kerja sama Nurani Institute Indonesia dan Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berdasarkan rilis yang diterima, Ahad (4/10/2020).

Webinar dihadiri 160 peserta dengan menghadirkan pemateri Direktur Nurani Institute Indonesia Nurhidaya, Plt Kepala Pusdatin Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Amar Ahmad, Pengembang Teknologi Pembelajaran Pusdatin Kemendikbud Arif Darmawan, dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya Widura Imam Mustopo.

Baca juga :  Gedung Kembar IAIN Salatiga Diresmikan

Nurhidaya menjelaskan, dosen dan mahasiswa harus interaktif berupa menjalin komunikasi dan koordinasi secara efektif. Langkah ini krusial guna menghadirkan kuliah online yang atraktif dan efektif.

Di sisi lain, berbagai permasalahan atau tantangan yang mengemuka saat kuliah daring atau PJJ juga perlu menjadi perhatian pihak-pihak terkait untuk diselesaikan. Nurani Institute mencatat, permasalahan yang muncul saat PJJ yaitu kuota, sinyal, durasi waktu, efektivitas pengajaran, dan kelelahan.

“Oleh karena itu kami berharap webinar nasional ini bisa menjadi forum berbagi dengan para dosen dan mahasiswa yang menjalani kuliah online,” ujar Nurhidaya menegaskan.

Pengembang Teknologi Pembelajaran Pusdatin Kemendikbud Arief Darmawan menjelaskan, kreativitas dosen menjadi aspek krusial yang perlu dikedepankan dalam kuliah daring. Dia menyebut, terdapat tiga aspek yang harus menjadi perhatian para dosen.

Baca juga :  PT Suzuki Salurkan CSR Peduli Pendidikan

“Kreativitas dosen dalam mengembangkan metode pembelajaran, kreativitas dosen dalam memanfaatkan media pembelajaran, dn kreativitas dosen menggunakan sumber belajar,” kata Arif.

Menurut Arif, implementasi PJJ seperti kuliah daring antara lain perlu didukung ketersediaan dan kualitas infrastruktur jaringan internet, serta terjaganya pasokan listrik.

Dalam pandangan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya Widura Imam Mustopo, kuliah daring sebagai implementasi pembelajaran jarak jauh tidak sekadar membagikan materi, tetapi juga harus terjadi interaksi selama proses berlangsung.

“Interaksi antara pembelajar dan pengajar, materi, dan pembelajar lainnya,” ujar Widura.

Lebih lanjut, ia memaparkan, pembelajaran daring memiliki beragam jenis dan model. Aspek terpenting menyangkut penerapan prinsip-prinsip yang mendukung pembelajaran berkualitas.

Baca juga :  Wakil Ketua DPR : Penangkapan Mahasiswa Indonesia Jangan Terjadi Lagi

“Pembelajaran daring yang baik menggunakan Bahasa ajar yang kaya dalam substansi, beragam dalam format, dan menarik tampilan,” tutur Widura menambahkan.

Sementara, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Amar Ahmad mengungkapkan pembelajaran secara daring harus diarahkan kepada upaya peningkatan kemampuan pemuda. Hal ini bisa dilakukan melalui pelatihan soft skill berbasis daring seperti pelatihan Bahasa, beragam keterampilan, dan penumbuhan wirausaha.

”Selain itu, pendekatan pendidikan dan pelatihan berbasis online dapat dilakukan melalui pengembangan kompetensi organisasi pemuda berbasis daring dan literasi digital,” ucap Amar.

 

 

rpl

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com