Kampus

Ditanya Soal ini Sama Mahasiswa USU, Ketua KPK Tak Bisa Jawab

Ketua KPK Agus Rahardjo (empat dari kanan), Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (tiga dari kanan), Rektor USU Runtung Sitepu (empat dari kiri) dan Ketua MWA USU Todung Mulya Lubis (lima dari kiri) foto bersama usai acara dialog ilmiah KPK-MWA USU di Gedung Biro Rektorat USU, Jum'at (7/4/2017)

MEDAN, EDUNEWS.ID – Beberapa dosen Universitas Sumatera Utara (USU) satu per satu meninggalkan ruangan senat saat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo berceramah tentang pemberantasan korupsi, Jum’at (7/4/2017).

Para dosen diduga malu dan tersinggung mendengar pertanyaan seseorang mengenai maraknya praktik komersialisasi, pemanfaatan rumah dinas dijadikan rumah sewa atau kamar koskosan.
Ketika sesi tanya jawab dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibuka, seorang peserta melontarkan pertanyaan menggelitik.

“Apakah rumah dinas dosen yang dijadikan kos-kosan merupakan korupsi?” kata penanya tersebut seperti yang diberitakan Tribun Medan.

Pertanyaan itu membuat suasana ruangan riuh. Bahkan sebagian peserta terutama kalangan mahasiswa, bertepuk tangan.

Agus tidak menjawab secara tegas, apakah rumah dinas dosen, yang berubah fungsi jadi tempat kos masuk ketegori korupsi atau tidak. Ia beralasan tidak tahu bagaimana aturan pemanfaatan rumah dinas dosen USU.

Baca juga :  Rektor UHO Beri Kompensasi Bagi Mahasiswa Korban Banjir di Sultra

“Saya tidak tahu persis seperti apa. Yang jelas hal itu tidak boleh melanggar aturan. Nanti Pak Wali Amanat yang bisa menjelaskanya, seperti apa aturanya,” kata Agus sembari melirik Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU Todung Mulya Lubis.

Advertisement

Agus mengatakan, setiap aset negara tidak boleh dipergunakan untuk memperkaya diri sendiri atau sekolompok orang. Kemudian Todung Mulya Lubis meneruskan pertanyaan peserta ceramah tersebut kepada Rektor USU, Runtung Sitepu.

Saat itu, Runtung hanya senyum-senyum.Berdasarkan pernyataan penanya, hampir semua rumah dinas dosen USU memang dikembangkan sehingga memiliki kamar kos-kosan. Biasanya kos-kosan dibangun terpisah dari rumah dinas.

Lokasinya bisa di halaman belakang rumah dinas atau halaman samping rumah dinas. Bangunannya ada yang berlantai tiga. Umumnya pihak penyewa rumah kos yang letaknya di sekeliling kampus USU Jalan Mansyur Medan, adalah kalangan mahasiswa.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Pengadaan, Pendaftaran, Penetapan Status, Penghuni, Pengalihan Status, dan Pengalihan Hal Atas Rumah Negara, penghuni rumah negara dilarang menyerahkan sebagian atau seluruh rumah kepada pihak lain, mengubah sebagian atau seluruh bentuk rumah, dan menggunakan rumah tidak sesuai fungsinya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com