Kampus

Formaci Ajak Kawal Bersama Penerapan UKT

SEMARANG, EDUNEWS.ID – Direktur Forum Muda Cendekia (Formaci) Hamidulloh Ibda mengatakan uang kuliah tunggal (UKT) secara teknis prosedural makin memperkeruh suasana akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN).

“Muaranya sama, pemerintah ingin ada standardisasi pembayaran uang kuliah sesuai tingkat ekonomi sesuai prodi/jurusan di masing-masing PT dan pemberantasan uang pangkal,” beber penulis buku ‘Stop Pacaran Ayo Nikah’ itu dalam diskusi yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Pemerintahan FISIP Undip dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5/2017).

Namun, fakta di lapangan terjadi sejumlah paradoks dan kesenjangan. Maka harus dikawal bersama, karena memang tidak mungkin ditolak lantaran sudah jalan lima tahunan. Menurut dia, UKT memang didedikasikan memutus mata rantai pungutan liar saat masuk PTN.

Baca juga :  Tingkatkan Jumlah Doktor Lewat Beasiswa LPDP

“Namun, tidak sedikit calon mahasiswa mengundurkan diri karena kaget dengan besaran UKT saat pengumuman, apalagi yang jalur mandiri karena otomatis masuk golongan 7,” beber dia.

Kebijakan ini hampir lima tahun, kata dia, perlu evaluasi dan kritik demi terciptanya iklim akademik yang transparan dan bebas dari penistaan kejujuran.

“Akan tetapi, karena PT yang bergenre Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) seperti Undip, maka Dekan berhak melakukan otonomisasi standar pembiayaan akademik. Inilah sebabnya, ada perbedaan UKT yang signifikan antarprodi,” jelasnya.

Ia berharap, melalui diskusi itu, ada kesadaran untuk mengawal UKT, BKT dan SPI sebagai produk akademik untuk mahasiswa. Sebab, selama ini UKT didedikasikan untuk memutus pungli saat penerimaan mahasiswa, standardisasi uang kuliah sesuai kondisi ekonomi orang tua.

Baca juga :  Di Demo Guru Honorer, Begini Kata Pemprov Kaltim

“Hal itulah yang menjadi sorotan utama. Karena sebelum digedok, calon mahasiswa bisa banding UTK kepada kampus. Nah di sinilah ada potensi baik dan buruk. Baiknya kalau berjalan bersih, namun buruknya kalau ada pemalsuan data. Jadi, jangan sampai UKT ini menjadi Uang Kuliah Termahal,” imbuh dia.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com