Kampus

Gaji Minim, Alasan Dosen Cari Jabatan Struktural

PROF ASEP SAEFUDIN

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Forum Rektor Indonesia (FRI) menyebutkan, banyaknya dosen yang menduduki jabatan struktural akibat dari minimnya honorarium dosen di perguruan tinggi. Sehingga, banyak dosen yang tadinya bertekad ingin fokus pada akademik, malah melirik jabatan struktural tersebut.

“Jadi yang harus dibenahi adalah sistem penggajian, terutama bagi dosen muda yang belum kena iming-iming jabatan struktural. Penuhi kebutuhan pokok primer dan sekundernya, baru kita bisa lepas dari lirikan struktural,” kata anggota dewan pertimbangan FRI Prof Asep Saefudin, Rabu (21/3/2018).

Dia memberi contoh, penggajian dosen di Malaysia. Pola penggajian di negeri Jiran tersebut dinilai lebih maksimal dan menyukupi kebutahan pokok primer dan sekunder dosen. Sehingga, dosen-dosen di Malaysia atau di negara maju bisa fokus di dunia akademik.

Baca juga :  Aher : PTN di Indonesia harus jadi Pengampu PTS
Advertisement

“Di kita (Indonesia) sering ngotak-ngatik bukan di esensi persoalannya, ya akan sulit diselesaikan. Akhirnya produktifitas riset kita tak optimum, padahal orangnya pinter-pinter,” kata Asep.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta agar dosen di perguruan tinggi fokus pada penyiapan SDM daripada sibuk mencari jabatan struktural. Sebab saat ini, sekitar 53 persen dosen menduduki jabatan struktural.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com